Tiga Kapal Perang Pakistan Sandar di Jakarta, Perkuat Diplomasi dengan TNI AL

- Jumat, 22 Mei 2026 | 05:45 WIB
Tiga Kapal Perang Pakistan Sandar di Jakarta, Perkuat Diplomasi dengan TNI AL

Sejumlah peristiwa politik mewarnai pemberitaan pada Kamis, 21 Mei 2026, mulai dari kunjungan tiga kapal perang Pakistan dalam rangka misi diplomasi hingga persiapan Muktamar Nahdlatul Ulama. Berikut lima berita utama yang layak untuk disimak kembali.

Tiga kapal perang milik Pakistan, yaitu Pakistan Navy Ship (PNS) Taimur, kapal selam Hangor, dan PNS Aslat, telah bersandar di Jakarta. Kedatangan mereka bertujuan untuk bertemu dengan jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam rangka kunjungan kehormatan atau courtesy call. Langkah ini diambil untuk memperkuat hubungan diplomasi antara kedua negara.

Sementara itu, tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Khalilur Abdullah Sahlawiy yang akrab disapa Gus Lilur, menyatakan bahwa Muktamar NU Ke-35 memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar forum pemilihan ketua umum dan rais aam. Menurutnya, muktamar tersebut merupakan pijakan strategis agar NU tetap mampu berperan sebagai penjaga moral bangsa Indonesia.

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menginstruksikan pemerintah daerah yang terdampak bencana di Sumatera untuk segera merealisasikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp10,6 triliun. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk penanganan pascabencana di wilayah tersebut.

Dari Kabupaten Bogor, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat berencana menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Jawa Barat. Uniknya, acara tersebut akan diselenggarakan dengan konsep sederhana menggunakan meja dan bangku sekolah dasar.

Terakhir, Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengonfirmasi bahwa seluruh relawan kemanusiaan dari Global Sumud Flotilla (GSF), termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditangkap oleh Israel, telah dibebaskan. Informasi ini menjadi kabar baik di tengah dinamika politik yang terjadi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar