Puluhan warga, yang mayoritas adalah lansia dan ibu-ibu, memadati Klinik Armelia milik Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muntok, Bangka Belitung, sejak pagi. Mereka datang untuk mengikuti pemeriksaan medis gratis yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional tahun ini. Aksi pelayanan pengobatan dan cek kesehatan tersebut menjadi bukti bahwa institusi pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan, tetapi juga peduli pada kesejahteraan masyarakat sekitar.
Kepala Rutan Kelas IIB Muntok, Andri Ferly, menyatakan bahwa momentum Kebangkitan Nasional harus menjadi pelecut untuk memberikan kontribusi nyata. Menurutnya, salah satu fondasi utama menuju Indonesia maju adalah memastikan masyarakat memiliki tubuh yang sehat. Ia menegaskan bahwa kebangkitan nasional tidak akan kokoh tanpa adanya kesehatan masyarakat yang prima.
"Kebangkitan nasional tidak akan kokoh tanpa adanya kesehatan masyarakat yang prima. Hari ini, kami ingin mendobrak stigma kaku tentang rutan dan membuktikan bahwa kami hadir sebagai pelayan yang peduli pada kesejahteraan warga," ujarnya, Rabu (20/5).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya berkonsultasi dengan tim dokter, tetapi juga difasilitasi untuk melakukan pengecekan kadar gula darah, kolesterol, tekanan darah, hingga asam urat. Semangat gotong royong dan nasionalisme terasa kuat di sepanjang acara. Tim medis dari rutan dan dinas terkait tampak sabar melayani warga yang mengeluh sakit, mencerminkan esensi persatuan dan kepedulian antarsesama.
"Kami ingin semangat Kebangkitan Nasional juga bisa diimplementasikan lewat jalur kemanusiaan. Tembok tinggi rutan nyatanya bukan pembatas untuk merajut sinergi, karena mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak adalah hak warga," ujar Andri Ferly.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud implementasi dari Asta Cita Presiden Prabowo tentang pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa jika warga sehat, maka negara akan kuat.
"Kami ingin memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadi jika warganya sehat maka negara akan kuat," katanya.
Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Sapi'i Rakuti. Ia menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan.
"Kerja sama ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan," katanya.
Artikel Terkait
Polda Metro Selidiki Kabar Prostitusi Anak Libatkan WNA, Temukan Kasus Hubungan Dewasa Tahun Lalu
Arsenal Pastikan Parade Juara Liga Inggris pada 31 Mei, Sehari Usai Final Liga Champions
Delegasi OCI Temui Kuasa Usaha Vatikan untuk Matangkan Audiensi dengan Paus Leo XIV
Presiden Prabowo Tegaskan Keadilan Harus Dapat Diakses Seluruh Lapisan Masyarakat