Prabowo Instruksikan Kabinet Susun Harga Komoditas Strategis Nasional, Tak Mau Lagi Ditentukan Negara Lain

- Rabu, 20 Mei 2026 | 11:55 WIB
Prabowo Instruksikan Kabinet Susun Harga Komoditas Strategis Nasional, Tak Mau Lagi Ditentukan Negara Lain

Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran kabinetnya untuk segera merumuskan harga komoditas strategis nasional, mulai dari kelapa sawit, nikel, emas, hingga hasil tambang lainnya. Langkah ini diambil agar Indonesia tidak lagi bergantung pada negara lain dalam menentukan nilai dari sumber daya alam yang dimilikinya. Dalam pidatonya di hadapan para anggota dewan, Prabowo menyoroti ironi yang selama ini terjadi di sektor komoditas dalam negeri.

“Kita merasa aneh, kita produsen kelapa sawit terbesar di dunia, tapi harga kelapa sawit ditentukan negara lain. Saya mengatakan kepada menteri-menteri saya ini tidak boleh terjadi, saya mau kelapa sawit kita harganya ditentukan oleh bangsa lain, kita tentukan harga kita,” ujar Prabowo dalam rapat paripurna di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, sudah saatnya Indonesia memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan harga komoditas sendiri. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak perlu memaksakan penjualan apabila negara lain tidak bersedia membeli sesuai dengan harga yang telah ditetapkan. “Dan kalau mereka nggak mau beli pakai harga kita ya nggak usah beli, kita pakai kelapa sawit kita sendiri,” tegasnya.

Selain kelapa sawit, perhatian Presiden juga tertuju pada sektor pertambangan, khususnya nikel. Ia menilai bahwa harga nikel Indonesia selama ini masih terlalu dipengaruhi oleh mekanisme pasar global yang dikendalikan negara lain. Oleh karena itu, ia meminta kabinet untuk menyusun formulasi harga yang lebih berpihak pada kepentingan nasional. “Kenapa nikel kita ditentukan harganya oleh negara lain, tidak boleh. Saya instruksikan kabinet saya, rumsukan harga nikel, harga emas, harga semua tambang kita, harga semua komoditas harus ditentukan di negara kita sendiri,” ucapnya.

Di sisi lain, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan keberatan jika pihak asing menolak membeli komoditas Indonesia dengan harga yang telah ditetapkan. Menurutnya, sumber daya alam yang tidak terjual lebih baik disimpan untuk dimanfaatkan oleh generasi mendatang. “Dan kalau mereka nggak mau beli ya nggak apa-apa, biar aja itu di bawah tanah untuk cucu kita nanti daripada kita jual murah. Saudara sekalian saya minta dukungan majelis, marilah kita bersama-sama,” pungkasnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar