Pemprov DKI Integrasikan CCTV dengan Polda Metro Jaya untuk Perkuat Keamanan Ibu Kota

- Senin, 18 Mei 2026 | 10:45 WIB
Pemprov DKI Integrasikan CCTV dengan Polda Metro Jaya untuk Perkuat Keamanan Ibu Kota

Keamanan ibu kota menjadi prioritas utama yang tengah didorong oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menjalin kerja sama dengan Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk mengintegrasikan sistem kamera pengawas atau CCTV yang tersebar di berbagai titik di Jakarta. Langkah ini dinilai krusial guna memperkuat sistem pengamanan dan memudahkan pemantauan situasi secara menyeluruh.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono di sela-sela kunjungannya ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Meruya Selatan 2, Jakarta Barat, pada Senin (18/5/2026). Ia menegaskan bahwa keamanan tetap menjadi perhatian utama dalam kepemimpinannya saat ini.

“Masalah keamanan di Jakarta terus terang tetap menjadi prioritas utama Pemerintah DKI Jakarta yang saya pimpin,” ujar Pramono kepada wartawan di lokasi.

Menurut rencana, kerja sama ini tidak hanya melibatkan aset milik pemerintah daerah dan kepolisian. Pramono menjelaskan bahwa koordinasi juga akan diperluas hingga mencakup gedung-gedung swasta, khususnya bangunan bertingkat lebih dari empat lantai yang memiliki sistem pengawasan sendiri.

“Hari ini, kami akan melakukan kerja sama dengan Kapolda Metro Jaya untuk bagaimana CCTV di seluruh Jakarta itu baik yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta, maupun oleh Polda Metro Jaya, maupun instansi lain, maupun gedung-gedung yang tingkatnya lebih dari 4, sekarang ini bisa kita koordinasikan dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, integrasi sistem pemantauan ini diharapkan mampu menciptakan satu pusat kendali yang terpadu. Dengan demikian, aparat keamanan dapat merespons secara lebih cepat dan tepat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah ibu kota.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar