Sebuah sindikat pencurian yang menyasar barang ekspor di Bandara Soekarno-Hatta berhasil dibongkar kepolisian. Aksi mereka menyebabkan kerugian mencapai sekitar Rp1 miliar bagi sebuah perusahaan yang mengirimkan produk tas merek Lululemon ke luar negeri.
Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, mengungkapkan bahwa otak dari jaringan pencurian ini adalah seorang petugas kargo berinisial R. Pria tersebut diketahui bekerja sebagai staf operasional ekspor di area kargo bandara, sehingga memiliki akses dan pengetahuan mendalam terhadap alur pengiriman barang.
“R merupakan otak pelaku sekaligus eksekutor pencurian dari sindikat ini. Ia bekerja sebagai tim operasional ekspor di Kargo Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Yandri dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (15/5/2026).
Selain R, polisi juga menangkap dua tersangka lain, yakni A dan F. Ketiganya diamankan di kawasan Karawaci, Tangerang, pada Rabu (29/4) sekitar pukul 00.30 WIB. Masing-masing dari mereka memiliki tugas yang terstruktur dalam menjalankan aksi pencurian tersebut.
Yandri menjelaskan bahwa A berperan membantu R dalam mengeksekusi pencurian. Sementara itu, F bertugas mengondisikan barang hasil curian agar dapat disisihkan dari jalur pemeriksaan kargo, sehingga lolos dari pengawasan petugas keamanan bandara.
“Sementara A berperan membantu eksekusi pencurian dan F bertugas mengondisikan barang agar bisa disisihkan dari jalur pemeriksaan,” jelasnya.
Artikel Terkait
Yamaha Uji Coba Motor Listrik Swap Battery di Jabodetabek Lewat Kemitraan Ride Sharing
Polisi Perketat Pengamanan Dermaga di Kepulauan Seribu Antisipasi Lonjakan Wisatawan saat Long Weekend
DPR Targetkan RUU Ketenagakerjaan Rampung Sebelum Oktober sebagai Tindak Lanjut Putusan MK
Efektivitas Pabrik RDF Rorotan Bergantung pada Disiplin Warga Memilah Sampah