Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dicecar jaksa penuntut umum mengenai sosok yang disebut sebagai “shadow menteri” atau menteri bayangan di lingkungan kementerian yang pernah dipimpinnya. Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat pada Senin lalu, Nadiem mengaku tidak mengetahui istilah tersebut.
“Saudara pernah mendengar shadow menteri itu siapa?” tanya jaksa kepada Nadiem dalam sidang pemeriksaan terdakwa. “Tidak, tidak,” jawab Nadiem singkat.
Jaksa kemudian memberikan penjelasan bahwa figur yang dimaksud adalah Jurist Tan, seorang tersangka dalam kasus yang sama yang hingga kini masih berstatus buron. “Saya kasih tahu Saudara. Jurist Tan itu dikenal sebagai shadow menteri. Bahkan ada sebuah ketakutan di kementerian itu, di sebuah tindak lanjut pada saat saudara memimpin sebagai seorang menteri,” ujar jaksa.
Nama Jurist Tan memang beberapa kali mencuat dalam persidangan sebelumnya, meskipun ia belum pernah diadili karena keberadaannya tidak diketahui. Kekuatan pengaruh sosok ini pun diungkap jaksa dengan menyebut bahwa seorang direktur jenderal (dirjen) di Kemendikbudristek saat itu merasa takut terhadap Jurist Tan. Bahkan, menurut jaksa, fakta di persidangan menunjukkan bahwa Nadiem pernah bertanya kepada bawahannya, “Apakah kata-kata Jurist Tan itu adalah kata-kata Saudara?”
Menanggapi hal tersebut, Nadiem memberikan klarifikasi panjang lebar. Ia menjelaskan bahwa selama menjabat, dirinya membawa sejumlah staf khusus menteri (SKM) yang memiliki kompetensi dan integritas di bidang masing-masing. Salah satu dari mereka adalah Jurist Tan.
“Izinkan saya mengklarifikasi. Ini semua hal yang berbeda-beda dicampuradukkan menjadi satu. Saya sebagai menteri masuk dengan beberapa staf khusus yang spesifik di bidang-bidangnya masing-masing karena kompetensi mereka, karena integritas mereka. Orang-orang ini seperti Mas Nino, Pak Iwan, Jurist Tan, dan juga Fiona, dan lain-lain, itu adalah SKM,” ujar Nadiem.
Ia menambahkan bahwa beberapa dari staf khusus tersebut kemudian diangkat menjadi dirjen, seperti Pak Iwan yang kini menjadi saksi di persidangan. Sementara itu, seluruh dirjen lainnya berasal dari internal kementerian, bukan dari luar. “Di luar itu, semua dirjen saya, dia datangnya dari dalam kementerian,” tegasnya.
Artikel Terkait
Disdikbud Kalbar Panggil Kepala Sekolah Terkait Protes Penilaian LCC MPR yang Viral
Basboi Debut Akting Lewat Film Nobody Loves Kay, Akui Tantangan Lepaskan Persona Panggung
Serangan Drone Kembali Hantam Kyiv Sesaat Setelah Gencatan Senjata Berakhir
12 Provinsi Sepakat Jadikan Jawa Tengah Poros Kolaborasi Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional