Ustaz Abdul Somad Serukan Ketenteraman Pascakerusuhan di Panipahan

- Senin, 13 April 2026 | 15:25 WIB
Ustaz Abdul Somad Serukan Ketenteraman Pascakerusuhan di Panipahan

Suasana di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, perlahan mulai mereda. Pasca aksi unjuk rasa warga yang menuntut penindakan bandar narkoba, muncul seruan untuk kembali tenang. Salah satunya datang dari Ustaz Abdul Somad, atau yang akrab disapa UAS. Lewat sebuah rekaman video yang beredar Senin (13/4/2026), penceramah kondang itu mengajak semua pihak menjaga ketenteraman.

"Saya lihat beberapa video yang sampai ke kami," ujarnya. "Mudah-mudahan keadaan segera kondusif. Kita serahkan saja semuanya ke pihak berwajib yang sudah turun langsung."

Dalam pesannya, UAS menyebut sejumlah nama yang telah berada di lokasi, seperti Wakapolda Riau, Kapolres, hingga Bupati dan Wakil Bupati. Menurutnya, proses hukum harus dipercayakan sepenuhnya kepada aparat yang berwenang.

Ia pun mengingatkan filosofi Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Menjaga kedamaian, katanya, adalah tanggung jawab bersama dalam menghadapi kemungkaran.

"Kita jaga lagi kedamaian, ketenteraman, kondusif. Mudah-mudahan segala kemunkaran ini segera berakhir," tutur UAS.

Doa dan harapannya jelas: konflik di Panipahan cepat selesai dan jadi pelajaran berharga. "Insyaallah segala huru-hara ini segera berakhir," pungkasnya. Pernyataannya diharapkan bisa meredam ketegangan dan memperkuat sinergi warga dengan polisi dalam memerangi narkoba di pesisir Riau itu.

Deklarasi Bersama Warga

Sebelum pernyataan UAS beredar, upaya meredakan situasi sudah dilakukan. Warga Panipahan di Kecamatan Pasir Limau Kapas menggelar deklarasi damai pada Minggu (12/4). Intinya, mereka berkomitmen menjaga keamanan, menyerahkan proses hukum ke aparat, dan siap kerja sama memberantas narkoba. Mereka juga sepakat menolak segala bentuk provokasi dan isu SARA.

Pertemuan di kantor kecamatan itu dihadiri banyak pejabat. Dari Polda Riau, hadir Wakapolda Brigjen Hengki Haryadi beserta sejumlah perwira tinggi. Dari pemda, Bupati Rokan Hilir H Bistamam dan Wabup Jhony Charles turut hadir. Tak ketinggalan, perwakilan TNI-AL, tokoh masyarakat, pemuda, hingga perangkat desa memenuhi ruangan.

Dalam kesempatan itu, Brigjen Hengki menyampaikan pesan tegas Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.

"Permasalahan narkoba ini adalah masalah bersama. Ini atensi khusus Kapolda Riau, 'zero tolerance' terhadap narkoba," kata Hengki, Senin (13/4).

Dijelaskannya, karakteristik Riau yang berbatasan dengan negara lain membuat narkoba banyak masuk dari luar negeri. Itu jadi perhatian penuh pimpinan. "Tidak ada toleransi untuk narkoba ini, bahkan jika melibatkan oknum anggota," tegasnya.

Langkah Tegas Kapolda: Kapolsek Dicopot

Di sisi lain, langkah evaluasi internal sudah diambil. Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan ternyata tak main-main. Ia mencopot Kapolsek Panipahan, AKP Robiansyah, dari jabatannya. Kanit Reskrim setempat, Aipda Rahmat Ilyas, juga kena dampak yang sama.

Pencopotan ini, menurut Herry, dilakukan karena jajaran Polsek dinilai belum optimal menjaga kondusivitas. Situasi sempat berkembang jadi aksi yang kurang terkendali. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab institusi.

"Ini adalah bentuk evaluasi dan tanggung jawab kami," ujar Irjen Herry, Minggu (12/4). "Kami lihat ada hal-hal yang tidak berjalan semestinya dalam menjaga situasi kamtibmas di Panipahan. Karena itu, kami ambil langkah tegas."

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal jelas bahwa kepolisian serius menangani akar masalah, sekaligus memulihkan kepercayaan warga.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar