Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tampaknya bisa bernapas lega soal persediaan gas elpiji. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat memastikan stok bahan bakar itu masih aman. Bahkan, kata mereka, persediaan yang ada saat ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan warga hingga akhir April 2026.
Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Kepala Disperindag Mimika, Sabelina Fitriani. Menurutnya, sebanyak 4.000 tabung elpiji dengan ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram sudah mendarat di Timika. Dan ini belum berakhir.
"Stok yang ada sebanyak 4.000 tabung elpiji yang sudah tersedia di Timika bisa mencukupi hingga akhir bulan. Nanti akan ada pasokan lagi pada 25 April,"
kata Sabelina, seperti dilansir Antara, Selasa (14/4/2026). Rencananya, kapal pengangkut dari Makassar akan kembali merapat di Pelabuhan Pomako pada tanggal tersebut.
Namun begitu, situasi ini perlu disikapi dengan bijak. Sabelina secara khusus mengimbau para konsumen agar tidak membeli elpiji secara berlebihan hanya untuk menimbun stok di rumah. Imbauan ini bukan tanpa alasan.
Disperindag secara tegas melarang praktik penimbunan, baik oleh warga biasa maupun pelaku usaha. Motifnya jelas: mencegah spekulasi dan penjualan kembali dengan harga yang melambung tinggi, yang tentu saja merugikan masyarakat.
Artikel Terkait
Pekan Pertama WFH ASN Dinilai Lancar, Pelayanan Publik Tetap Jadi Prioritas
Trump Bantah Gambar AI Mirip Yesus, Kritik Pedas ke Paus Picu Kecaman Luas
Gubernur DKI Buka Peluang Partai Politik Dapatkan Hak Penamaan Aset Publik
Harga Emas Batangan Pegadaian Stagnan di Semua Ukuran