Disperindag Mimika Pastikan Stok Elpiji Aman hingga Akhir April 2026

- Selasa, 14 April 2026 | 08:45 WIB
Disperindag Mimika Pastikan Stok Elpiji Aman hingga Akhir April 2026

Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tampaknya bisa bernapas lega soal persediaan gas elpiji. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat memastikan stok bahan bakar itu masih aman. Bahkan, kata mereka, persediaan yang ada saat ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan warga hingga akhir April 2026.

Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Kepala Disperindag Mimika, Sabelina Fitriani. Menurutnya, sebanyak 4.000 tabung elpiji dengan ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram sudah mendarat di Timika. Dan ini belum berakhir.

"Stok yang ada sebanyak 4.000 tabung elpiji yang sudah tersedia di Timika bisa mencukupi hingga akhir bulan. Nanti akan ada pasokan lagi pada 25 April,"

kata Sabelina, seperti dilansir Antara, Selasa (14/4/2026). Rencananya, kapal pengangkut dari Makassar akan kembali merapat di Pelabuhan Pomako pada tanggal tersebut.

Namun begitu, situasi ini perlu disikapi dengan bijak. Sabelina secara khusus mengimbau para konsumen agar tidak membeli elpiji secara berlebihan hanya untuk menimbun stok di rumah. Imbauan ini bukan tanpa alasan.

Disperindag secara tegas melarang praktik penimbunan, baik oleh warga biasa maupun pelaku usaha. Motifnya jelas: mencegah spekulasi dan penjualan kembali dengan harga yang melambung tinggi, yang tentu saja merugikan masyarakat.

"Masyarakat jangan membeli elpiji untuk stok di rumah atau sengaja membeli dalam jumlah banyak lalu menjual kembali. Kami akan awasi ketat penjualan elpiji ini,"

tegas Sabelina.

Di sisi lain, untuk mengatur distribusi agar lebih tepat sasaran, Disperindag Mimika akan segera mengeluarkan surat edaran. Isinya mewajibkan pelaku usaha seperti warung makan dan restoran untuk beralih menggunakan tabung ukuran 50 kg. Sementara itu, elpiji ukuran 12 kg akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Kalau dilihat dari ketersediaan fisik, stok untuk ukuran 50 kg di Timika sebenarnya masih terbilang banyak. Persoalannya justru ada pada tabung ukuran 12 kg yang saat ini sangat terbatas. Meski begitu, pihak Disperindag menegaskan bahwa situasi ini belum bisa dikategorikan sebagai kelangkaan.

"Kami memastikan saat ini belum terjadi kelangkaan bahan bakar elpiji di Timika. Kami imbau masyarakat jangan panik. Harga bahan bakar elpiji di tingkat distributor juga belum ada kenaikan," ungkap Sabelina.

Pasokan elpiji untuk Mimika selama ini bergantung pada kiriman dari Makassar, Sulawesi Selatan. Tapi rupanya, ketergantungan pada satu sumber ini mulai dipikirkan ulang. Disperindag sudah meminta PT Pertamina (Persero) untuk mencari opsi pasokan lain, misalnya dari Pulau Jawa. Pertimbangannya logis: stok dari Makassar harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan seluruh Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Mencari sumber tambahan tampaknya menjadi langkah antisipatif yang perlu segera dilakukan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar