Pramono Anung Canangkan Gerakan Pilah Sampah di Jakarta, Sebut TPST Bantargebang Sudah Tidak Memadai

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:15 WIB
Pramono Anung Canangkan Gerakan Pilah Sampah di Jakarta, Sebut TPST Bantargebang Sudah Tidak Memadai

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memanfaatkan momen perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-219 Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) di Gereja Katedral Jakarta untuk menyerukan dukungan terhadap gerakan pemilahan sampah. Di hadapan jemaat dan tokoh agama, ia menegaskan bahwa ibu kota tidak bisa lagi bergantung pada metode pengelolaan sampah konvensional yang hanya mengandalkan penimbunan di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Menurutnya, kondisi tempat pembuangan akhir tersebut kini berada dalam situasi yang mengkhawatirkan dan tidak lagi memadai.

“Besok di Kuningan, kami akan mengadakan, memulai acara untuk pilah sampah sesuai dengan instruksi gubernur. Karena kita sudah tidak mungkin lagi mengandalkan dengan cara pola lama untuk menimbun semua sampah di Bantar Gebang,” ujar Pramono di kawasan Gereja Katedral Jakarta, Sabtu (9/5/2026). Ia menjelaskan bahwa volume timbunan sampah di Bantargebang telah melampaui 55 juta ton dan beberapa kali mengalami longsor. Kondisi ini, lanjutnya, menjadi alasan utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk mendorong gerakan pemilahan sampah secara masif, mulai dari tingkat rumah tangga.

“Bantar Gebang itu sudah ada 55 juta ton sampah lebih. Sudah tidak cukup dan beberapa kali mengalami longsor,” katanya menambahkan.

Pramono menyampaikan harapannya agar gerakan ini mendapat dukungan penuh dari pihak gereja dan Keuskupan Agung Jakarta. Ia meyakini, keterlibatan institusi keagamaan dapat memperluas dampak positif dari program tersebut bagi seluruh masyarakat ibu kota. “Maka sebagai Gubernur Jakarta, bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, dengan Menko Pangan, besok kami akan mencanangkan gerakan pilah sampah. Dan dalam kesempatan ini kami mohon Romo dan jajaran yang ada di Keuskupan Agung Jakarta ini bisa mendukung gerakan untuk pilah sampah yang ada di Jakarta,” tuturnya.

Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menyoroti capaian positif penurunan jumlah Rukun Warga (RW) kumuh di Jakarta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka tersebut berkurang signifikan dari 445 RW menjadi 211 RW. Menurutnya, hal ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran warga dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Acara perayaan HUT ke-219 KAJ tersebut turut dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo. Rangkaian kegiatan diisi dengan jalan santai dan doa lintas agama, menandai semangat kebersamaan dalam momentum perayaan tersebut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar