Pemerintah Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Zulhijah 1447 H pada 17 Mei 2026

- Kamis, 07 Mei 2026 | 18:40 WIB
Pemerintah Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Zulhijah 1447 H pada 17 Mei 2026

Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, publik kembali dihadapkan pada pertanyaan mendasar: akankah pemerintah menggelar sidang isbat untuk menetapkan hari raya tersebut? Selama ini, penentuan hari besar umat Islam selalu melalui forum resmi yang melibatkan berbagai pihak, dan Idul Adha pun tidak terkecuali.

Sidang isbat tidak hanya digunakan untuk menetapkan awal Ramadan atau Syawal, melainkan juga untuk menentukan awal Zulhijah. Bulan ini menjadi krusial karena di dalamnya terdapat tanggal 10 Zulhijah yang diperingati sebagai Hari Raya Idul Adha. Dengan demikian, pemerintah akan terlebih dahulu menetapkan kapan 1 Zulhijah jatuh, baru kemudian menentukan hari raya.

Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 Hijriah dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 17 Mei 2026. Sidang ini digelar untuk memastikan awal bulan Zulhijah berdasarkan perhitungan astronomi dan pemantauan hilal secara langsung.

Sidang isbat merupakan forum musyawarah yang melibatkan perwakilan organisasi masyarakat Islam, ahli astronomi, serta instansi terkait. Dalam prosesnya, pemerintah menggunakan dua metode sekaligus: hisab, yaitu perhitungan astronomi untuk memperkirakan posisi hilal, dan rukyat, yaitu pengamatan langsung di lapangan untuk mengonfirmasi data tersebut.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa pendekatan ini dirancang untuk menghasilkan keputusan yang tidak hanya ilmiah, tetapi juga terverifikasi secara empiris.

“Pendekatan ini memastikan keputusan yang diambil tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip dari laman Kemenag, Rabu, 6 Mei 2026.

Sidang isbat tersebut akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Rangkaian acara dimulai dengan seminar posisi hilal yang memaparkan data astronomi dari Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Seminar ini disiarkan secara terbuka kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi informasi.

Setelah seminar, panitia akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia, mulai dari wilayah barat hingga timur. Laporan ini menjadi bahan pertimbangan utama dalam sidang penetapan yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama bersama para peserta sidang. Dalam forum tersebut, pemerintah akan menetapkan awal Zulhijah 1447 H secara resmi, yang kemudian menjadi acuan penetapan Hari Raya Idul Adha 2026.

Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih awal menetapkan jadwal Idul Adha 1447 H melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, disebutkan bahwa 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Arafah atau 9 Zulhijah berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026, dan Idul Adha diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar