Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan keributan di dalam gerbong KRL Commuter Line yang sedang berhenti di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat. Rekaman amatir itu menunjukkan beberapa pria terlibat adu jotos. Suasana di dalam kereta langsung riuh, sampai-sampai ada satu penumpang pria yang coba melayangkan tendangan ke arah penumpang lain tapi untungnya meleset.
Untunglah, keributan itu tidak berlangsung lama. Penumpang lain dan petugas keamanan sigap melerai. Tak berselang lama, beberapa pria yang terlibat langsung turun dari kereta.
Tapi ada satu momen yang bikin situasi makin panas. Salah satu pria berbaju hitam, celana jins, dan tas warna hitam sempat balik lagi masuk ke kereta. Petugas langsung menariknya keluar. Kejadian itu sontak membuat sejumlah penumpang perempuan berteriak histeris. Suasana di dalam gerbong campur aduk antara panik dan gemas.
“Berantem di luar, yok, ama gua,” kata pria itu dengan nada menantang.
“Udah... udah, nanti nggak jalan keretanya,” timpal penumpang lain, mencoba menenangkan.
Tanggapan KAI Commuter
Pihak KAI Commuter akhirnya buka suara. Mereka menyayangkan kejadian ini. Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 07.50 WIB pagi. Awalnya, Commuter Line No. 5053B sedang berhenti untuk proses naik-turun penumpang di peron 1, dekat tangga manual.
“Saat mendapatkan laporan dari pengguna lain, petugas yang berdinas di peron jalur 1 segera melerai agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Leza.
Penyebab pasti keributan ini masih gelap. Tidak ada yang tahu persis apa yang memicu pertengkaran itu. Leza menambahkan, setelah dilerai, salah satu penumpang yang terlibat turun di Stasiun Sudirman. Sementara penumpang lainnya memilih melanjutkan perjalanan naik Commuter Line kembali.
Di sisi lain, pihak KAI Commuter mengimbau para pengguna untuk menjaga ketertiban. Jangan sampai ada lagi kegaduhan di dalam perjalanan maupun di area stasiun.
“Selalu menghormati dan menjaga kenyamanan pengguna lainnya saat berada di dalam perjalanan Commuter Line,” pungkas Leza.
Artikel Terkait
Probabilitas Resesi Indonesia di Bawah 5 Persen, Pemerintah Siapkan Insentif Fiskal dan Deregulasi
Perumda Sewakadarma Operasikan Mesin Pencacah Sampah Organik di Enam Pasar Tradisional Denpasar
Menteri HAM Bentuk Tim Asesor untuk Seleksi Aktivis HAM di Bawah Komnas
Kakek 103 Tahun Asal Bantul Akan Jadi Calon Jemaah Haji Tertua pada 2026