Polri Panggil Pengusaha Taksi Listrik Pekan Depan, Beri Edukasi Darurat Usai Insiden Mogok di Rel

- Kamis, 30 April 2026 | 16:40 WIB
Polri Panggil Pengusaha Taksi Listrik Pekan Depan, Beri Edukasi Darurat Usai Insiden Mogok di Rel

Direktorat Penegakan Hukum Korlantas Polri berencana memanggil para pengusaha taksi listrik pekan depan. Bukan untuk menggurui, melainkan memberi pemahaman soal prosedur darurat. Soalnya, belakangan ini ada kejadian yang cukup bikin geleng-geleng kepala.

Seperti yang disampaikan Brigjen Faizal, Dirgakkum Korlantas Polri, di sela-sela diskusi soal kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Acaranya berlangsung di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2026). Pemanggilan ini, kata dia, merupakan buntut dari insiden kendaraan listrik yang tiba-tiba berhenti di tengah rel. Akibatnya? Tabrakan dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pun tak terhindarkan.

"Minggu depan kami sudah melayangkan surat kepada seluruh pengusaha taksi atau mobil penumpang taksi terutama yang sekarang menggunakan kendaraan listrik atau EV untuk kami kumpulkan," ujar Brigjen Faizal.

"Kita akan memberikan edukasi terkait masalah bagaimana SOP-nya dengan melibatkan tentunya dari regulator atau dari dealer/ATPM," sambungnya.

Menurut dia, masih banyak pengemudi kendaraan listrik yang belum paham betul cara penanganan darurat saat mobil mogok di atas rel kereta. Nah, ini yang jadi perhatian. Mereka perlu dibekali, bukan cuma teori, tapi juga praktiknya.

"Beda dengan kendaraan yang manual. Begitu didorong ke gigi netral, tinggal dorong, maju sendiri. Nah, kendaraan listrik ini SOP-nya kemarin pengemudi ada sebenarnya, turun dari mobil, lari. Nah itu SOP-nya mereka, ditinggal itu mobil. Padahal yang paling berbahaya adalah mengamankan jalur kereta api, ditinggal," jelasnya dengan nada sedikit prihatin.

Dia menambahkan, setiap kendaraan listrik sebenarnya punya mekanisme darurat. Meski dalam kondisi mati total, mobil tetap bisa dipindahkan. Nah, ini yang harus diketahui para pengemudi. Pihaknya bakal menggandeng regulator dan juga pabrikan untuk memberikan pelatihan yang tepat.

"Kami akan panggil regulator, minggu depan seluruh kendaraan-kendaraan yang menggunakan EV kita minta supaya diingatkan lagi para pengemudinya ini, diberikanlah pengetahuan, diberikan keterampilan bagaimana cara mengatasi kalau apabila terjadi hal seperti ini," pungkasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar