Cek Kesehatan Gratis Ungkap 11 Juta Peserta Obesitas dan 4,9 Juta Hipertensi

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:50 WIB
Cek Kesehatan Gratis Ungkap 11 Juta Peserta Obesitas dan 4,9 Juta Hipertensi

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Kementerian Kesehatan tidak hanya berhasil menarik partisipasi besar dari masyarakat, tetapi juga membuka tabir berbagai masalah kesehatan yang selama ini mungkin tak terdeteksi. Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 73 juta orang telah menjalani pemeriksaan kesehatan gratis, melampaui capaian sepanjang tahun 2025 yang mencapai sekitar 70 juta peserta.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, penyakit tidak menular masih menjadi persoalan serius. Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH, mengungkapkan bahwa dari sekitar 52 juta peserta dewasa yang diperiksa tekanan darahnya, ditemukan 4,9 juta orang menderita hipertensi dan 5,5 juta lainnya berada dalam kondisi prehipertensi.

"Kita temukan hipertensi 4,9 juta, prehipertensi 5,5 juta. Kalau tidak dikendalikan, nanti bisa menjadi stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal," kata dr. Endang dalam Media Briefing Evaluasi, Capaian, dan Langkah Strategis Program Cek Kesehatan Gratis pada Selasa (4/8/2026).

Selain hipertensi, pemeriksaan juga menemukan 992.000 peserta mengidap diabetes, sementara 1,9 juta lainnya berada pada kondisi prediabetes. Masalah berat badan juga menjadi sorotan, dengan 11 juta peserta terdeteksi mengalami obesitas. Kondisi ini tentu meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

Pemeriksaan kolesterol pun menemukan sekitar 205.000 kasus gangguan lemak darah atau dislipidemia. Namun, dr. Endang mengakui bahwa cakupan pemeriksaan kolesterol masih belum optimal dan menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditingkatkan.

Tak hanya penyakit metabolik, CKG juga mengungkap beragam masalah kesehatan pada kelompok usia lain. Pada balita, temuan yang paling dominan adalah gigi berlubang, imunisasi yang belum lengkap, dan gizi kurang. Sementara pada anak usia sekolah dan remaja, selain gigi berlubang, lebih dari 2,2 juta anak mengalami peningkatan tekanan darah, diikuti gangguan penglihatan, anemia, dan gizi kurang.

Menurut dr. Endang, seluruh temuan ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperkuat upaya pencegahan penyakit tidak menular sejak dini. Ke depan, Kementerian Kesehatan tidak hanya akan melakukan skrining, tetapi juga memastikan peserta yang terdiagnosis penyakit kronis mendapatkan pengobatan dan pemantauan agar risiko komplikasi seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal dapat ditekan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags