Prabowo Resmikan Hilirisasi Tahap II, Tegaskan Kekayaan Alam Harus Dinikmati Rakyat Indonesia

- Kamis, 30 April 2026 | 14:40 WIB
Prabowo Resmikan Hilirisasi Tahap II, Tegaskan Kekayaan Alam Harus Dinikmati Rakyat Indonesia

Pemerintah Indonesia terus bergerak dengan segala cara yang ada untuk memastikan kekayaan sumber daya alam negara ini benar-benar dinikmati oleh rakyatnya sendiri. Bukan cuma segelintir orang, bukan pula oleh pihak asing. Presiden Prabowo, dalam beberapa kesempatan, dengan tegas menyampaikan bahwa praktik lama di mana hasil kekayaan nasional tidak sepenuhnya kembali ke dalam negeri, sudah tidak boleh diteruskan. Titik.

"Sudah terlalu lama, sudah terlalu lama sumber daya ekonomi kita, sumber daya alam kita dikuasai oleh pedagang-pedagang yang saya pertanyakan nasionalisme mereka," ujar Prabowo dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).

Pernyataan itu keluar saat beliau meresmikan proyek hilirisasi nasional tahap II. Acaranya berlangsung di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, sehari sebelumnya, Rabu (29/4). Suasananya, kata para hadirin, cukup khidmat. Ada semacam penekanan serius di setiap kalimat yang diucapkan.

Lebih lanjut, Presiden juga menyoroti soal konsesi. "Kita kasih konsesi tambang, kita kasih konsesi perkebunan, kita kasih lagi kredit dari bank pemerintah, bank milik rakyat. Tapi mereka begitu berhasil, hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia," katanya, nada bicaranya terdengar sedikit kesal setidaknya begitu menurut yang hadir di sana.

Di sisi lain, Prabowo juga meluangkan waktu untuk memberikan apresiasi. Kepada semua pihak yang terlibat dalam proyek hilirisasi ini, beliau berterima kasih. Menurutnya, peran pelaku industri, BUMN, dan para profesional itu penting banget. Mereka, katanya, adalah ujung tombak transformasi ekonomi nasional. Bukan sekadar pelengkap.

"Proyek ini tidak jatuh dari langit," imbuhnya, dengan nada yang agak filosofis. "Proyek-proyek ini adalah buah pemikiran, saya kira buah pemikiran belasan tahun, mungkin puluhan tahun, buah pemikiran, buah cita-cita, buah impian para pemimpin Indonesia, para teknokrat Indonesia, para ilmuwan Indonesia, sehingga wujudlah konsep-konsep ini."

Nah, dalam kesempatan yang sama, Presiden juga mengajak para teknokrat, ilmuwan, dan insinyur untuk mengabdikan keahlian mereka. Bukan untuk diri sendiri, bukan pula untuk kepentingan segelintir orang. Tapi untuk bangsa. Beliau menekankan bahwa kecerdasan dan kemampuan itu harusnya dipakai buat membangun kesejahteraan rakyat, bukan justru sebaliknya merugikan negara.

"Sekarang saatnya para teknokrat, sekarang saatnya para ilmuwan, sekarang saatnya para insinyur, para profesor jadi profesor merah putih, jadi profesor pembela rakyat, jadi insinyur untuk bangsa dan rakyat," serunya.

Lalu, dengan nada yang hampir seperti peringatan, beliau menambahkan: "Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menipu rakyat dan bangsa. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menutupi korupsi dan perampokan. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk memperkaya bangsa lain."

Di luar semua itu, pemerintah, menurut Prabowo, akan terus mendorong program-program strategis. Tujuannya jelas: memperkuat distribusi kesejahteraan secara merata. Bukan cuma di Jawa, bukan cuma di kota-kota besar. Tapi merata.

Lewat hilirisasi dan penguatan tata kelola sumber daya alam, pemerintah ingin mendorong keadilan. Di Cilacap, Presiden Prabowo sebenarnya mengirim pesan yang cukup gamblang: era baru telah dimulai. Sebuah era di mana setelah sekian lama kekayaan Indonesia benar-benar kembali untuk rakyat Indonesia. Bukan untuk yang lain.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar