Jakarta Ada seremoni yang agak berbeda di Mabes Polri, Rabu kemarin. Bukan sekadar rapat kerja teknis biasa, tetapi juga momen pembagian penghargaan. Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Dedi Prasetyo, turun langsung memberikan apresiasi. Ia didampingi oleh Kepala Puslitbang dan Kepala Puskeu Polri.
Penghargaan yang diberikan adalah Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran, atau yang lebih akrab disapa IKPA. Acaranya sendiri berlangsung di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, dan merupakan rangkaian dari Rakernis Gabungan Empat Fungsi Pusat Polri Tahun 2026. Nah, untuk kategori pagu besar, Polda Sulawesi Selatan keluar sebagai yang terbaik. Lalu, untuk pagu sedang, jatuh ke tangan Polda Riau. Sedangkan pagu kecil, Polda Kalimantan Utara yang berhasil membawa pulang penghargaan.
Di sela-sela acara, Wakapolri sempat memberikan arahan. Isinya soal pentingnya tata kelola keuangan. Menurut dia, ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan fondasi. Fondasi yang menopang seluruh tugas kepolisian di lapangan.
“Tidak ada satu organisasi sehebat apa pun kalau tidak didukung oleh anggaran, dan tidak dilakukan tata kelola penggunaan anggaran yang benar,” ujar Komjen Dedi Prasetyo.
Pernyataan itu seperti menohok. Maksudnya, sehebat apa pun strategi operasional, kalau urusan duitnya berantakan, ya percuma. Ia kemudian menambahkan, capaian para penerima penghargaan ini menunjukkan komitmen nyata dari jajaran kewilayahan. Mereka dinilai serius dalam mengelola uang negara secara transparan dan bertanggung jawab. Harapannya, prestasi ini bisa jadi contoh buat satuan kerja lain di lingkungan Polri.
Wakapolri juga menyoroti soal kualitas. Bukan cuma soal angka, tetapi juga soal orang-orang yang mengelola keuangan itu sendiri. Ia bilang, profesionalisme personel di fungsi keuangan harus terus diperkuat. Soalnya, tuntutan publik makin tinggi. Masyarakat makin kritis, makin ingin semuanya jelas.
“Nilai IKPA Polri harus terus meningkat. Kita harus betul-betul memastikan tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, dan profesional,” tegasnya.
Di luar soal IKPA, ada juga penghargaan lain yang dibagikan. Hasil survei Puslitbang Polri Tahun 2025, misalnya. Polda Bengkulu dapat penghargaan untuk tingkat kepuasan masyarakat terbaik. Sementara itu, Polda Bali dapet penghargaan untuk internalisasi budaya integritas, kejujuran, dan kehormatan Polri.
Jadi, acara ini memang sengaja dirancang untuk mendorong budaya kompetisi yang sehat. Bukan cuma saling tunjuk, tetapi saling memacu. Polri, melalui Rakernis ini, seolah ingin menegaskan lagi komitmennya. Bukan hanya soal pelayanan publik, tetapi juga tata kelola organisasi yang modern. Yang terpercaya. Dan yang pasti, jauh dari kesan main-main.
Artikel Terkait
Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Tersangka Korupsi Dana Participating Interest 10 Persen
Menteri PPPA Minta Maaf Usai Usul Gerbong Wanita KRL Dipindah ke Tengah Rangkaian
Kejagung Lelang Tas Mewah Sandra Dewi hingga Motor Ducati Doni Salmanan, Hasilnya Disetor ke Kas Negara
Pemkot Medan Raih Penghargaan Nasional atas Transformasi Digital Pelayanan Publik