Layanan KRL relasi Cikarang-Bekasi sudah kembali normal siang ini. Seperti biasa, penumpang mulai berdatangan lagi. Semua berjalan setelah insiden kecelakaan kereta jarak jauh yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Meski begitu, suasana di stasiun masih terasa sedikit berbeda. Ada keheningan yang kadang diselingi bisik-bisik penumpang. Mereka masih ingat kejadian kemarin.
Salah satu penumpang yang kembali naik KRL adalah Rizuka. Wanita ini asalnya dari Stasiun Cikarang. Tapi sekarang, dia punya kebiasaan baru. Bukan di gerbong depan atau belakang, melainkan di tengah.
“Kita ambil aman aja, jadi di tengah-tengah ya,” ucap Rizuka di Stasiun Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4/2026).
Katanya, dia tetap pakai KRL karena ongkosnya murah banget. Buat orang seperti dia, itu alasan utama. Tapi di sisi lain, dia juga nggak menampik kalau ada rasa trauma yang mengganjal. Apalagi setelah tahu gerbong yang kena tabrak adalah gerbong khusus perempuan.
“Karena harganya terjangkau ya buat kita masyarakat bawah. Buat rasa trauma sendiri mungkin ada ya, karena memang gerbong yang kena kan gerbong perempuan. Semoga ke depannya nggak ada lagi kejadian yang kayak gini,” jelasnya.
Nada bicaranya pelan. Matanya sesekali menunduk. Tapi dia tetap berdiri di peron, menunggu kereta berikutnya. Itu artinya, meski takut, kebutuhan tetap jalan. Dan mungkin, perlahan, semuanya akan kembali seperti biasa.
Artikel Terkait
Wakapolri Soroti Tata Kelola Keuangan, Tiga Polda Raih Penghargaan IKPA Terbaik
Korban Tewas Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
Pencegahan Korupsi Mandul, Pengawasan Internal di K/L dan Pemda Dinilai Tak Efektif
Wakil Ketua MPR Dorong Seni Ukir Jepara Masuk Warisan Dunia UNESCO