Gubernur Banten, Andra Soni, bilang kalau stok pupuk subsidi di wilayahnya masih aman. Harganya pun terkendali. Ia menegaskan, petani tidak perlu khawatir lagi soal kesulitan mencari pupuk.
Menurut dia, kebijakan pengendalian harga ini sebenarnya bagian dari upaya menjaga stabilitas harga hasil panen. Dengan begitu, kata Andra, kesejahteraan petani bisa terdongkrak.
"Alhamdulillah, sejak kebijakan Bapak Presiden Prabowo Subianto, harga pupuk mulai dikendalikan dan harga hasil panen dijaga, sehingga petani bisa mendapatkan keuntungan yang lebih baik," ujarnya, Senin (27/4/2025).
Di sisi lain, Andra juga menyebut pemerintah tengah membangun infrastruktur pendukung pertanian. Irigasi misalnya. Pembangunannya dilakukan bertahap, supaya produktivitas pertanian di daerah bisa meningkat.
"Perlahan-lahan irigasi dibangun, sehingga pertanian semakin produktif dan petani semakin semangat dalam menanam," katanya.
Nah, dari sisi distributor, kabar baik juga datang. Daefullah, pemilik Kios Pupuk Lengkap (KPL) Cimoyan Tani Mandiri di Serang, memastikan stok pupuk bersubsidi tersedia dan mencukupi. Menurut dia, distribusi dari gudang ke kios berjalan aman dan lancar. Tidak ada hambatan berarti.
"Distribusi sangat efisien. Setiap barang datang langsung didokumentasikan, mulai dari foto armada hingga kondisi gudang. Jadi, tidak ada lagi istilah kelangkaan," jelas Daefullah.
Kios yang dikelolanya saat ini melayani kelompok tani di empat desa: Ciomas, Barugbuk, Cipayung, dan Cisaat. Catatannya, dari Januari hingga akhir April 2026, realisasi penebusan sudah mencapai 115 ton urea dan 80 ton NPK Phonska. Rata-rata penyaluran per bulan? Sekitar 10 sampai 35 ton.
Proses penebusan pupuk sendiri kini sudah digital. Pakai aplikasi iPubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi) dari PT Pupuk Indonesia dan Kementerian Pertanian. Kata Daefullah, sistem ini cepat dan efektif. Per April 2026, stok di kiosnya tercatat masih ada 3.000 kg urea dan 6.440 kg NPK.
Soal harga, Daefullah menegaskan semua mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) dari pemerintah. Saat ini, urea Rp 90.000 per karung, NPK Phonska Rp 92.000 per karung. Tidak ada main-main soal itu.
Menurut Daefullah, kehadiran aplikasi iPubers benar-benar mengubah tata kelola administrasi. Sistem ini memastikan distribusi lebih tepat sasaran karena berbasis data e-RDKK. Semua tercatat rapi.
"Sekarang lebih efektif karena semua berbasis data. Petani dipermudah, dan pencatatan administrasi kami jauh lebih tertata," pungkasnya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Lantik Tokoh Buruh Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup
Prabowo Lantik Enam Pejabat Baru, Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan Hadir sebagai Tamu
Mensos Gus Ipul Dorong Pengawasan Ketat dan Akreditasi Lembaga Sosial Demi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Presiden Prabowo Lantik Enam Pejabat Baru, Termasuk Aktivis Buruh dan Penasihat Khusus di Istana Negara