Praka TNI Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon, Komisi I DPR Desak Pemerintah Perketat Keamanan Pasukan Perdamaian

- Minggu, 26 April 2026 | 08:20 WIB
Praka TNI Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon, Komisi I DPR Desak Pemerintah Perketat Keamanan Pasukan Perdamaian

Berita duka datang dari Lebanon. Praka Rico Pramudia, anggota TNI yang bertugas di UNIFIL, gugur akibat serangan Israel. Usianya baru 31 tahun. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, ikut berduka. Ia mendesak pemerintah untuk lebih serius mengutamakan keselamatan prajurit di lapangan.

“Bangsa Indonesia menghadapi kehilangan atas gugurnya prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon,” ujar Dave saat dihubungi pada Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, peristiwa ini bukan sekadar kabar buruk. Ini pengingat keras. Tugas menjaga perdamaian dunia itu butuh nyali, keteguhan, dan pengorbanan yang nggak main-main. “Prajurit kita telah menunjukkan bahwa Indonesia berdiri tegak dalam mengemban amanah internasional, dengan semangat yang tidak pernah surut demi menjaga stabilitas dan perdamaian global,” tambahnya.

Dave juga menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya. Khususnya buat keluarga yang ditinggalkan. Ia bilang, pengorbanan para pasukan perdamaian ini adalah bagian dari sejarah bangsa. Menegaskan bahwa Indonesia konsisten memperjuangkan perdamaian dunia. Bukan cuma omongan.

“Setiap langkah prajurit di medan tugas mencerminkan keberanian dan keteguhan hati, sekaligus memperkuat tekad seluruh rakyat Indonesia untuk terus menjaga amanah perdamaian dengan penuh keyakinan,” imbuhnya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti soal keselamatan. Menurut Dave, pemerintah harus mulai bergerak. Bukan cuma bicara. “Di tengah eskalasi konflik yang semakin kompleks, keselamatan prajurit tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Komisi I DPR RI, lanjut dia, mendorong pemerintah, Kementerian Pertahanan, dan TNI untuk memperkuat sistem pengamanan. Logistik juga harus ditingkatkan. Koordinasi dengan pasukan perdamaian PBB perlu diperkuat. “Evaluasi menyeluruh terus dilakukan agar setiap kebijakan berorientasi pada perlindungan personel sekaligus menjaga kepentingan nasional,” tutupnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar