BNN Sumsel Edukasi Masyarakat soal Modus Baru Peredaran Narkoba yang Disusupkan ke Cairan Vape

- Kamis, 23 April 2026 | 20:45 WIB
BNN Sumsel Edukasi Masyarakat soal Modus Baru Peredaran Narkoba yang Disusupkan ke Cairan Vape
Palembang Belakangan ini, peredaran narkoba makin kreatif. Modusnya pun makin licin. Salah satu yang bikin waswas adalah cairan rokok elektrik atau vape yang disusupi zat terlarang. Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatra Selatan, atau BNN Sumsel, nggak tinggal diam. Mereka mulai gencar mengedukasi warga, terutama soal modus baru ini. Kepala BNN Sumsel, Brigjen Pol. Hisar Siallagan, bilang langkah ini diambil karena tren penyalahgunaan narkotika jenis baru mulai menyasar anak muda. Bentuknya? Disamarkan dalam liquid vape. Menurut dia, sindikat narkoba memang terus berinovasi. Salah satu caranya, memasukkan zat berbahaya ke dalam cairan yang kelihatannya biasa aja. “Kami mengimbau masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih jeli mengawasi penggunaan vape di lingkungan keluarga. Saat ini, sindikat narkoba terus berinovasi, salah satunya dengan memasukkan zat terlarang ke dalam cairan rokok elektrik,” ujarnya, Kamis, 23 April 2026 lalu. Hisar juga menjelaskan, ada beberapa ciri yang bisa dikenali. Produk-produk semacam ini biasanya dijual secara ilegal. Nggak ada label, nggak punya izin edar, bahkan komposisinya pun nggak jelas. Kalau ketemu liquid vape tanpa keterangan apa pun di kemasannya, itu patut dicurigai. Di sisi lain, soal harga juga bisa jadi petunjuk. Liquid vape biasa mungkin dijual ratusan ribu rupiah. Tapi yang sudah dicampur narkoba? Harganya bisa tembus sampai Rp5 juta. Jauh banget, kan? Nah, efek sampingnya juga nggak main-main. Pengguna bisa mengalami halusinasi, pusing yang nggak wajar, bahkan penurunan kesadaran drastis. Efek ini jelas beda dari nikotin biasa. Jadi kalau ada yang merasa vape-nya bikin “melayang” berlebihan, itu tanda bahaya. Edukasi ini dilakukan secara masif. BNN Sumsel nggak cuma turun ke sekolah-sekolah, tapi juga memanfaatkan media sosial. Tujuannya biar masyarakat, terutama anak muda, nggak gampang penasaran lalu terjebak. Rasa ingin tahu yang salah bisa berujung pada ketergantungan. “Jangan mudah tergiur dengan produk yang menawarkan efek ‘fly’ atau sensasi berbeda dengan harga yang tidak masuk akal. Jika menemukan produk dengan ciri-ciri tersebut, segera lapor ke pihak berwenang,” tegas Hisar. Jadi, intinya sih, hati-hati. Vape yang kelihatan keren dan kekinian belum tentu aman. Apalagi kalau harganya terlalu murah atau justru terlalu mahal dan nggak jelas asal-usulnya. Mending lapor aja kalau nemu yang mencurigakan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar