Departemen Pertahanan Amerika Serikat punya perkiraan sendiri: butuh waktu enam bulan buat bikin Selat Hormuz benar-benar bersih dari ranjau. Ranjau-ranjau itu, ya, dipasang sama Iran. Dan selama selat itu belum bersih, harga minyak bisa tetap melambung tinggi. Gak bakal turun dalam waktu dekat.
Sejak perang dengan Amerika Serikat dan Israel pecah, Iran hampir menutup total jalur air yang super vital ini. Akibatnya? Harga minyak dan gas langsung meroket. Ekonomi global pun ikut kocar-kacir. Gak perlu jadi ahli ekonomi buat lihat dampaknya.
Biasanya, selat itu jadi jalur lalu lintas seperlima minyak dan gas dunia. Tapi sekarang? Sebagian besar masih tertutup. Bahkan di masa gencatan senjata yang jujur aja rapuh banget, situasinya tetap sama. Amerika Serikat juga ikut-ikutan memberlakukan blokade sendiri. Jadi, ya, semrawut.
Nah, menurut penilaian Pentagon yang dikutip Washington Post dari pejabat yang paham betul soal pembahasan ini meskipun permusuhan udah berhenti dan blokade dicabut, membersihkan jalur air dari ranjau tetap butuh waktu berbulan-bulan. Bukan perkara gampang. Dan yang lebih bikin pusing: operasi pembersihan itu kemungkinan besar belum bakal dimulai sebelum perang benar-benar usai.
Soal perkiraan enam bulan tadi, kata Washington Post, udah disampaikan ke anggota Komite Angkatan Bersenjata DPR AS. Itu terjadi dalam briefing tertutup. Jadi, ini bukan sekadar isu di permukaan. Ini serius.
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Penyelewengan 10 Ton Pupuk Bersubsidi di Muara Enim, Tiga Tersangka Diamankan
Polisi Ungkap Kronologi Perusakan Kaca Mobil oleh Dua Sopir Angkot di Kampung Rambutan Dipicu Lawan Arah
Penjaga Kafe di Bandar Lampung Ditangkap, Jadi Anggota Komplotan Pencuri Kabel PLN
Mei 2026 Penuh Tanggal Merah dan Peringatan, Pemerintah Tetapkan Empat Hari Libur Nasional