Sinergi Holding Ultra Mikro Dongkrak Kinerja PNM, Aset Tembus Rp57 Triliun

- Kamis, 23 April 2026 | 13:00 WIB
Sinergi Holding Ultra Mikro Dongkrak Kinerja PNM, Aset Tembus Rp57 Triliun

Kinerja PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam lima tahun terakhir memang patut dicermati. Angkanya bergerak naik dengan pesat, dan semua itu terjadi setelah mereka masuk ke dalam ekosistem Holding Ultra Mikro BRI Group. Holding yang resmi berdiri di tahun 2021 ini memang dirancang untuk menyatukan kekuatan BRI, Pegadaian, dan PNM. Tujuannya satu: memperkuat layanan keuangan untuk segmen ultra mikro di Tanah Air.

Dan hasilnya? Cukup signifikan. Ambil contoh aset PNM, yang melonjak dari Rp31,7 triliun di tahun 2020 menjadi Rp57 triliun di akhir 2025. Pertumbuhan yang agresif, tapi menurut laporan, kualitasnya tetap terjaga. Di sisi lain, liabilitasnya juga naik, dari Rp26,1 triliun menjadi Rp45,3 triliun dalam periode yang sama. Ini menunjukkan kapasitas perusahaan dalam menyalurkan pembiayaan kian besar, terutama untuk masyarakat prasejahtera yang produktif.

Fundamental perusahaan pun terlihat makin kokoh. Ekuitas PNM membengkak lebih dari dua kali lipat dari Rp5,6 triliun menjadi Rp11,7 triliun. Penguatan modal ini jadi fondasi penting. Ia tak cuma menjaga keberlanjutan bisnis, tapi juga memperkuat ketahanan perusahaan menghadapi gejolak ekonomi yang bisa datang kapan saja.

Soal profitabilitas, angkanya juga menggembirakan. Laba bersihnya melesat dari Rp359 miliar menjadi Rp1,14 triliun. Lonjakan ini bukan cuma soal ekspansi bisnis semata, melainkan juga cerminan dari pengelolaan risiko yang semakin matang.

Lantas, apa kunci di balik semua pencapaian ini? Menurut sejumlah pihak, jawabannya ada pada sinergi di dalam ekosistem holding. Integrasi antara BRI, Pegadaian, dan PNM memungkinkan perluasan jangkauan layanan. Skala ekonomi meningkat, didukung oleh digitalisasi dan sistem yang terintegrasi, yang pada akhirnya mendongkrak efisiensi operasional.

Group CEO BRI, Hery Gunardi, menyoroti hal ini. Ia mengatakan bahwa Holding Ultra Mikro dilihat sebagai platform strategis untuk menciptakan sinergi lintas entitas.

“Kinerja PNM yang terus membaik menjadi refleksi bahwa pendekatan ekosistem ini efektif dalam menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Hery.

Dampaknya tak berhenti di laporan keuangan. Ekosistem ini juga membuka akses pembiayaan yang lebih luas, khususnya bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro dari kalangan prasejahtera. Artinya, selain kinerja perusahaan terdongkrak, ada kontribusi nyata bagi pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan inklusi keuangan nasional.

“Ke depan, Holding Ultra Mikro akan terus kami dorong sebagai enabler utama dalam membangun ekosistem keuangan yang terintegrasi. Dengan sinergi yang semakin kuat antara BRI, Pegadaian, dan PNM, kami optimistis dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus mendorong inklusi keuangan yang relevan bagi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Optimisme itu tampaknya beralasan. Dengan fondasi yang sudah dibangun, langkah mereka ke depan akan menentukan sejauh mana ekosistem ultra mikro ini benar-benar bisa mengakar dan mengubah landscape keuangan inklusif di Indonesia.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar