Rencana penambahan Sekolah Rakyat di Jakarta mulai menemukan bentuknya. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, baru-baru ini mengungkapkan akan ada sepuluh titik baru yang disiapkan. Targetnya cukup jelas: menampung sekitar seribu anak yang putus sekolah atau bahkan belum pernah merasakan bangku pendidikan sama sekali.
“Sampai hari ini yang dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum ada 10 titik tambahan Sekolah Rakyat rintisan,” ujar Gus Ipul saat ditemui di Pejompongan, Jakarta Pusat, Rabu lalu.
Menurutnya, salah satu lokasi yang sudah dipastikan berada di lingkungan Lembaga Administrasi Negara (LAN).
“Di LAN ini kurang lebih bisa menampung sekitar 100 siswa Sekolah Rakyat,” tambahnya.
Fasilitas di LAN itu nantinya akan dioptimalkan untuk kegiatan belajar. Tapi itu baru satu lokasi. Kerja sama dengan berbagai kementerian lain juga digeber. Misalnya dengan Kementerian Perhubungan, yang menyediakan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), sekolah transportasi darat, sampai Politeknik Penerbangan di Curug.
Gus Ipul juga menyebut kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan BNN. Intinya, memanfaatkan gedung-gedung milik negara yang memungkinkan untuk dijadikan tempat belajar.
“Kami juga bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan BNN untuk memanfaatkan gedung-gedung yang memungkinkan digunakan sebagai sekolah rintisan,” jelasnya.
Jadi, langkahnya mulai konkret. Dari kerja sama antar-lembaga hingga penambahan titik lokasi, upaya mengakomodir anak-anak yang terpinggirkan dari sistem pendidikan formal ini perlahan tapi pasti mulai terlihat wujudnya.
Artikel Terkait
Jawa Tengah Diguncang 162 Bencana dalam Empat Bulan, Pemerintah Perkuat Logistik dan Mitigasi
FBI dan Bareskrim Bongkar Sindikat Phishing dari Kupang, Rugikan Rp 350 Miliar
Syekh Ahmad Al Misry Bantah Tuduhan Pencabulan, Serahkan Bukti ke Kuasa Hukum
Penjaga Perdamaian Prancis Gugur, Korban Kedua Serangan di Lebanon Selatan