Di Hotel Santika Dyandra Medan, Rabu (22/4) lalu, suasana Musrenbang RKPD Provinsi Sumut untuk tahun 2027 terasa berbeda. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang hadir membuka acara langsung memberi penekanan khusus. Baginya, perencanaan bukan sekadar rutinitas. Ia mendorong agar forum ini jadi fondasi awal pembangunan yang benar-benar terarah dan punya dampak nyata.
"Perencanaan yang matang, kualitas yang matang, artinya detail, itu menentukan 60 persen keberhasilan program,"
tegas Tito dalam keterangannya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi pengingat keras. Musrenbang, kata dia, jangan sampai dipandang sebagai agenda 'business as usual' belaka. Kunci perubahan signifikan justru terletak pada kualitas perencanaan itu sendiri.
Lalu, seperti apa perencanaan yang baik itu? Menurut Mendagri, prosesnya harus dimulai dari mendengar. Pemerintah provinsi wajib menyerap aspirasi dari bawah usulan, keinginan, harapan yang hidup di tingkat kabupaten dan kota. Namun begitu, provinsi bukanlah entitas yang berdiri sendiri. Ia bagian dari sebuah sistem nasional yang lebih besar.
Artinya, selain masukan bottom-up, penyelarasan dengan program pemerintah pusat juga mutlak. Tito memahami dinamika ini. Sebagai kepala daerah terpilih, seorang gubernur pasti punya pemikiran dan visinya sendiri. Tapi di saat yang sama, dia juga merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah.
"Tadi Bapak [Gubernur Sumut] sudah paparkan, saya sudah mendengar konsep-konsep peta jalan untuk 2027,"
ungkapnya, mengakui inisiatif lokal yang sudah berjalan.
Lebih jauh, Tito menyentuh soal kepemimpinan. Visi dan misi kepala daerah, menurutnya, adalah ciri kepemimpinan yang kuat. Seorang pemimpin harus punya arah yang jelas, yang kemudian dituangkan dalam peta jalan pembangunan. Tapi kekuasaan dan kewenangan saja tidaklah cukup.
"Memiliki power, kekuasaan, kewenangan, tapi itu tidak cukup, harus memiliki follower, punya pengikut, punya bawahan. Tapi lebih dari itu adalah punya konsep,"
tambahnya.
Pada intinya, tujuan Musrenbang adalah menyusun rencana kegiatan yang konkret dan terukur. Semakin detail sebuah perencanaan, semakin baik. Pemahaman mendalam terhadap masalah akan membuka jalan bagi strategi yang tepat. Untuk menguatkan argumennya, Tito bahkan mengutip seorang ahli strategi kuno.
"Saya selalu belajar di mana-mana. Ilmunya Sun Tzu. Know your enemy, know yourself, and you will win in thousand battles,"
pungkasnya.
Acara yang digelar hari itu dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci. Tampak hadir Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Anggota Komisi VIII DPR RI Husni, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution beserta Wakil Gubernur Surya, dan Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus. Para bupati dan wali kota se-Sumut, serta jajaran Forkopimda Provinsi Sumut juga memadati ruangan, menandai pentingnya momentum perencanaan untuk tahun 2027 tersebut.
Artikel Terkait
Indonesia Desak Investigasi Tuntas Serangan ke Pasukan UNIFIL di Lebanon
Pemerintah Targetkan Pembangunan PLTN Dimulai 2027
Nice Lolos ke Final Piala Prancis Usai Kalahkan Strasbourg 2-0 Berkat Dua Gol Wahi
Pengamat: Desain Kelembagaan Kunci Indonesia Peringkat Kedua Ketahanan Energi Global