Prabowo Soroti Kualitas Lapangan Kerja di Balik Capaian Investasi Rp498,79 Triliun

- Selasa, 21 April 2026 | 20:15 WIB
Prabowo Soroti Kualitas Lapangan Kerja di Balik Capaian Investasi Rp498,79 Triliun

Menteri Investasi Rosan Roeslani baru saja melaporkan capaian investasi kuartal pertama 2026 kepada Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan itu berlangsung di Istana, Selasa (21/4). Yang menarik, Prabowo ternyata tak hanya fokus pada angka triliunan rupiah yang masuk.

Perhatiannya justru lebih tertuju pada kualitas lapangan kerja yang tercipta. Jadi, investasi bukan sekadar soal realisasi dana semata. Menurut Rosan, pesan presiden jelas: dampaknya harus langsung terasa bagi penyerapan tenaga kerja.

“Pesan dari Bapak Presiden, investasi yang masuk ini dari segi penciptaan lapangan pekerjaannya juga harus tumbuh secara baik, benar, dan juga berkualitas,” ujar Rosan.

Ia menyampaikan hal itu usai bertemu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Di sisi lain, ada juga instruksi untuk mempercepat proses. Semua regulasi yang dinilai berbelit dan menghambat arus modal harus segera dipangkas. Presiden secara khusus menyoroti soal perizinan teknis atau ‘pertek’.

“Jangan sampai ada regulasi-regulasi kita yang justru menghambat. Pertek-pertek itu juga harus, kalau menghambat tidak perlu ada,” lanjut Rosan menirukan arahan Prabowo.

Selain itu, ada desakan untuk meningkatkan daya saing iklim investasi Indonesia. Targetnya, agar lebih menarik dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Kabarnya, pemerintah akan melakukan benchmarking. Mereka akan membandingkan standar yang berlaku di negara ASEAN, bahkan mengambil pelajaran dari praktik terbaik negara-negara OECD.

Lalu, bagaimana angka realisasinya? Ternyata cukup menggembirakan. Rosan menyebut realisasi investasi pada periode Januari-Maret 2026 mencapai Rp498,79 triliun. Angka ini sedikit melebihi target yang ditetapkan, yakni Rp497 triliun. Secara tahunan, terjadi kenaikan sekitar 7,22 persen.

Yang lebih menggembirakan lagi, pertumbuhan ini diiringi oleh peningkatan penyerapan tenaga kerja. Sebanyak 706.569 orang terserap, tumbuh hampir 19 persen dibanding kuartal pertama tahun sebelumnya. Sebuah sinyal positif bahwa pertumbuhan kuantitas dan kualitas mulai berjalan beriringan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar