Warga Sarmi, Papua, masih merasakan sisa-sisa kejutan dini hari tadi. Guncangan gempa yang terjadi sekitar pukul setengah dua pagi waktu setempat, membuat banyak orang terbangun dan berhamburan keluar rumah. Sampai saat ini, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih blusukan ke lapangan. Mereka menunggu laporan lengkap soal dampak kejadian itu.
Plt. Kepala BPBD Sarmi, Hartono Hasan, menggambarkan suasana malam itu. "Goyangannya cukup mengagetkan. Warga yang sedang tidur pulas pun terbangun," katanya.
Menurut data dari BMKG Wilayah V Jayapura, pusat gempa berada di laut, sekitar 59 kilometer arah tenggara Sarmi. Koordinatnya 2,08° LS dan 139,25° BT, dengan kedalaman yang relatif dangkal, hanya 12 kilometer di bawah permukaan.
Nah, dari analisis mekanisme sumber, gempa ini tergolong dangkal. Pemicunya diduga aktivitas dari Sesar Anjak Mamberamo dengan pergerakan geser naik atau oblique thrust. Untungnya, meski getarannya terasa jelas, dampaknya tidak sampai mengkhawatirkan.
Di wilayah Sarmi sendiri, guncangan dirasakan pada skala II hingga III MMI. Artinya, getaran terasa nyata di dalam rumah, mirip seperti getaran saat truk besar melintas. Kabar baiknya, BMKG sudah memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat bisa sedikit lega, meski kewaspadaan terhadap gempa susulan tentu harus tetap dijaga.
Artikel Terkait
KRL Mati Listrik dan Terhenti di Perlintasan, Penumpang Kepanasan
Bank Mandiri Waspadai Tantangan Global dan Domestik Menjelang Paruh Kedua 2026
Jepang Izinkan Ekspor Senjata Mematikan, Tinggalkan Prinsip Pasifisme
Bareskrim Sita 76 Ribu Ponsel Ilegal Senilai Rp235 Miliar di Sidoarjo