Seorang bayi laki-laki berusia satu setengah tahun ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di Karawang, Jawa Barat. Tubuhnya penuh dengan luka-luka yang memicu tanda tanya besar. Polisi pun bergerak cepat, menyelidiki kemungkinan adanya tindak penganiayaan di balik tragedi ini.
Kejadiannya berlangsung di Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, pada Kamis lalu. Yang membuat hati miris, tubuh mungil balita itu dipenuhi memar dan luka yang tampak tidak biasa. Pola lukanya sendiri mengarah pada dugaan kuat bahwa ada kekerasan yang dialami korban sebelum akhirnya meninggal.
Menurut sejumlah saksi, semuanya berawal dari sebuah telepon darurat. Pagi hari Rabu, bibi korban mendapat panggilan panik dari ibu kandung bayi tersebut. Sang ibu meminta keluarganya segera datang ke Klinik Azahra.
Sayangnya, ketika keluarga tiba di lokasi, kondisi bocah itu sudah sangat parah. Mereka berusaha membawanya ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. Ia menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan.
Kecurigaan pun mulai muncul. Saat memeriksa jenazah, keluarga melihat sesuatu yang mengiris hati. Ada luka memar di dahi dan rahang kanan si kecil. Polanya aneh mirip seperti bekas gigitan dan cubitan keras.
Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah membenarkan bahwa penyidik telah menangani kasus ini.
“Kami sudah menangani kasus dugaan penganiayaan terhadap balita berumur 1,5 tahun ini. Ibu kandung korban sudah kami mintai keterangan guna mengungkap kronologi kejadian yang sebenarnya hingga korban meninggal,” ujarnya.
Fiki juga merinci temuan awal dari keterangan keluarga.
“Dari bibinya ini informasinya ada luka semacam bekas gigitan, dan cubitan memar di dahi, dan rahang korban,” jelasnya.
Di sisi lain, tim penyidik Satreskrim Polres Karawang tak berhenti di situ. Mereka kini fokus mengumpulkan dan memperdalam setiap bukti. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi kunci terus digalakkan. Tak hanya itu, polisi juga menyiapkan langkah medis-legal untuk membedah lebih lanjut penyebab kematian sang korban. Upaya ini diharapkan bisa mengungkap kebenaran yang sebenarnya, sekaligus memberikan keadilan untuk bocah malang itu.
Artikel Terkait
Pencarian Anak 6 Tahun yang Hanyut di Sungai Ciliwung Bogor Dilanjutkan
Pertamina Tegaskan Pertalite Hanya untuk yang Berhak, Imbau Pengawasan Ketat
BPJS Kesehatan Luncurkan BPJS Menyapa untuk Tanggapi Aspirasi Peserta JKN
Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali dalam Dua Jam, Status Tetap Siaga