Lestari Moerdijat: Pendidikan Harus Bangun Kepekaan Sosial dan Jawab Realitas

- Senin, 20 April 2026 | 20:30 WIB
Lestari Moerdijat: Pendidikan Harus Bangun Kepekaan Sosial dan Jawab Realitas

Di tengah ruang megah UPH Grand Chapel, Karawaci, suara Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menggemakan sebuah pesan penting. Institusi pendidikan, menurutnya, punya tugas besar yang melampaui sekadar transfer ilmu. Mereka harus membangun kepekaan sosial dan menjadi penghubung nyata antara teori di kelas dengan realitas di luar sana. Itu semua, bagi Lestari, adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita bernegara.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Pelita Harapan, yang mengukuhkan lima guru besar baru, Senin (20/4/2026).

"Kita hidup di era yang penuh ketidakpastian," ujarnya.

Lestari melanjutkan, dampaknya bisa kita lihat: krisis identitas dan moral yang meresahkan. Nah, di titik inilah dunia pendidikan tidak boleh diam. Mereka harus aktif mencari solusi.

"Menanamkan kepekaan sosial dan kesadaran kebangsaan pada lingkungan sekitar adalah sebuah keharusan," tegasnya.

Di sisi lain, ia punya harapan besar pada para guru besar yang baru dilantik. Kehadiran mereka diharapkan bisa menguatkan peran kampus. Bukan cuma sebagai penjaga nalar publik, tapi juga penentu arah kebijakan. Singkatnya, menjadi jembatan yang kokoh antara menara gading akademik dan kehidupan nyata yang kompleks.

Bagi Lestari, sudut pandang kebangsaan menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama. Iya, sumber daya alam itu penting. Tapi bangsa yang besar tak mungkin bertahan hanya mengandalkan itu.

Yang tak kalah krusial adalah kualitas manusianya. Sumber daya manusia yang tangguh, yang siap menghadapi segala macam tantangan zaman.

"Kualitas manusia unggul hanya bisa lahir dari pendidikan yang berkualitas pula," pungkas Lestari Moerdijat. Pendidikan yang tak jengah, dan justru mampu menjawab persoalan-persoalan riil di masyarakat.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar