Temuan Emas Kolokoa Dongkrak Prospek dan Valuasi Merdeka Gold

- Senin, 20 April 2026 | 19:45 WIB
Temuan Emas Kolokoa Dongkrak Prospek dan Valuasi Merdeka Gold

Analis pasar saham mulai sibuk menghitung ulang. Target pendapatan untuk PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) kemungkinan bakal direvisi, dan ini semua berkat temuan baru di prospek Kolokoa. Ya, tambang emas baru itu benar-benar mengubah peta.

Nafan Aji Gusta Utama dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia bilang, penemuan cadangan ini membuka ruang bagi pasar untuk menilai ulang prospek fundamental EMAS. Menurutnya, nilai aset bersih perusahaan pasti terdongkrak.

“Pastinya ini bisa meningkatkan NAV perseroan. Belum lagi ada efek positif dari perpanjangan umur tambang, sehingga risiko terjadinya deplesi aset menjadi menurun,”

katanya, saat dihubungi Senin lalu.

Dia menjelaskan, penambahan sumber daya 20 hingga 40 juta ton bijih di Kolokoa itu berpotensi memicu kenaikan target pendapatan tahunan. Apalagi, Proyek Pani sendiri sudah dikenal sebagai aset emas kelas dunia di Indonesia. Karakteristik mineralisasinya konsisten, memungkinkan skala ekonomi yang lebih baik. Sistem penambangan terbuka yang mereka pakai juga membantu.

“Selain itu, jika proses ekstraksinya didominasi bijih oksida, prosesnya akan lebih mudah, murah, dan sederhana sehingga berpotensi meningkatkan margin keuntungan,”

tambah Nafan.

Dengan biaya produksi yang efisien, EMAS dinilai mampu menjaga kinerjanya meski harga komoditas fluktuatif. Tren harga emas dunia yang kerap dianggap aset aman juga akan terus mendorong prospek saham ini.

Di sisi lain, Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas Indonesia sepakat. Menurutnya, prospek perusahaan tetap terjaga berkat fundamental solid dan rencana peningkatan produksi yang terukur. Percepatan produksi dari aset-aset utama, ditambah potensi peningkatan cadangan di masa depan, akan jadi motor penggerak valuasi perusahaan untuk jangka menengah.

Sebelumnya, Direktur Utama Merdeka Gold, Boyke Poerbaya Abidin, sudah menyebut Kolokoa sebagai penemuan strategis. Lokasinya yang cuma sekitar 500 meter dari deposit utama Pani membuatnya jadi sumber daya satelit yang sangat efisien.

“Kedekatannya dengan Pani, didukung potensi skala awal yang menjanjikan, menempatkan Kolokoa sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan sumber daya dan peningkatan produksi ke depan,”

ujar Boyke.

Temuan di Kolokoa ini sendiri diumumkan setelah serangkaian pengeboran awal. Lokasinya dekat dengan area Tambang Emas Pani di Gorontalo. Hasilnya? Proyeksi peningkatan sumber daya mineral yang material, plus perpanjangan umur tambang Pani.

Dari 30 lubang bor awal, target eksplorasinya mencapai 20-40 juta ton bijih dengan kadar emas 0,3 hingga 0,5 gram per ton. Bahkan, ada zona dekat permukaan yang kadar emasnya mencapai 1,57 g/t. Cukup menggiurkan.

Dari sisi pengolahan, hasil uji awal juga bagus. Tingkat perolehan emas untuk material oksida mencapai 87-94%, sementara untuk material transisi sekitar 81-92%. Angka-angka ini kompatibel dengan fasilitas pengolahan yang sudah ada di Pani, jadi tak perlu investasi besar-besaran untuk infrastruktur baru.

Sampai saat ini, dari 82 lubang bor yang direncanakan sepanjang 2026, EMAS sudah menyelesaikan 30 lubang. Pengeboran akan dilanjutkan untuk menguji batasan area dan mendukung estimasi Sumber Daya Mineral yang memenuhi standar.

Sebagai informasi, Tambang Emas Pani sendiri sudah mulai berproduksi sejak Februari lalu. Target tahun ini antara 100.000 sampai 115.000 ounces emas. Dengan temuan di Kolokoa, masa depannya tampak lebih cerah.

Catatan: Berita ini tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda. Bertindaklah dengan bijak dan lakukan analisis mendalam.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar