Kebijakan Absent Friendly Wondr Kemala Run 2026: Hadiah Tetap Diberikan Meski Pemenang Tak Hadir

- Senin, 20 April 2026 | 16:00 WIB
Kebijakan Absent Friendly Wondr Kemala Run 2026: Hadiah Tetap Diberikan Meski Pemenang Tak Hadir

GIANYAR Event lari Wondr Kemala Run 2026 baru saja usai digelar di Bali United Training Center, Gianyar, pada 19 April lalu. Tapi, yang bikin acara ini beda dan bakal diingat lama bukan cuma soal rutenya yang menantang atau jumlah pesertanya yang ramai. Ada sebuah kebijakan unik dari panitia yang justru menyita perhatian: mereka tetap memberikan hadiah kepada para pemenang, meski yang bersangkutan tidak hadir saat pengumuman di podium.

Kebijakan yang mereka sebut "Absent Friendly" ini memang jarang ditemui di kompetisi lari besar lainnya. Biasanya, kalau pemenang enggak datang, ya hadiahnya bisa hangus. Tapi tidak di sini. Pendekatan ini seolah memberi napas segar, menunjukkan bahwa acara yang mengusung tema "Charity for Indonesia" ini serius dengan nilai-nilai kemanusiaannya.

Menurut sejumlah saksi, visi "Run for Charity, Run for Humanity" benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata. Yayasan Kemala Bhayangkari sebagai penyelenggara jelas menempatkan misi sosial di garis terdepan. Hadiah diberikan sebagai apresiasi atas usaha dan prestasi pelari, tapi lebih dari itu, untuk memperkuat semangat solidaritas. Apalagi, tujuan utama acara ini kan menggalang bantuan untuk korban bencana alam di Sumatra dan Aceh. Jadi, nilai berbagi dan gotong royong itu jauh lebih penting ketimbang sekadar formalitas upacara podium.

Dengan total hadiah yang mencapai Rp 3,7 miliar, event ini memang menegaskan posisinya sebagai salah satu yang terbesar. Tapi keunggulannya justru terletak pada kemampuannya menyatukan olahraga, pariwisata, dan aksi sosial dalam satu paket yang kompak.

Lalu, hadiah apa saja yang tetap diberikan meski si pemenang absen? Daftarnya cukup menggiurkan: ada 9 unit motor listrik, 4 unit sepeda motor Honda Beat, ditambah 6 paket wisata religi untuk pasangan suami-istri, dan 9 paket serupa untuk individu.

Ketua Panitia, Deni Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa keputusan ini adalah bentuk komitmen tegas penyelenggara.

“Walaupun pesertanya tidak hadir, hadiah tersebut adalah hak mereka. Untuk itu harus diberikan. Ini komitmen kami, atas arahan Ketua Umum Bhayangkari Juliati Listyo Sigit Prabowo,” ujarnya.

Deni juga menambahkan satu poin penting soal validitas data. Setiap peserta, katanya, sudah terverifikasi melalui BIB atau Body Identification Number. Nomor identitas resmi yang wajib dikenakan selama lomba ini memastikan data pemenang tetap akurat dan bisa dipertanggungjawabkan, meskipun mereka tidak bisa datang saat pembagian hadiah.

Pada akhirnya, melalui langkah sederhana namun penuh makna ini, Kemala Run 2026 berhasil melampaui sekadar ajang olahraga. Event ini menjadi simbol nyata bahwa dalam setiap langkah kaki pelari, ada nilai kepedulian dan kemanusiaan yang ikut berpacu.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar