Polres Rokan Hulu Edukasi dan Bagikan Sembako untuk Cegah Karhutla

- Senin, 20 April 2026 | 11:50 WIB
Polres Rokan Hulu Edukasi dan Bagikan Sembako untuk Cegah Karhutla

Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan di Rokan Hulu kini semakin gencar. Kali ini, jajaran Polres setempat turun langsung ke Desa Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto. Mereka tak cuma memberi imbauan, tapi juga membawa bantuan sembako untuk warga. Pendekatannya jelas: edukasi sambil merangkul.

Pagi itu, Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra memimpin rombongan. Di sampingnya, Wakapolres Kompol I Made Juni Artawan dan sejumlah perwira lainnya. Mereka disambut hangat oleh Kepala Desa Alexsanto beserta perangkat desa. Warga pun terlihat antusias berkumpul, menyimak apa yang akan disampaikan.

Edukasi yang diberikan cukup menyeluruh. Polisi menjelaskan betapa mengerikannya dampak karhutla, mulai dari kerusakan lingkungan, ancaman bagi kesehatan, sampai sanksi hukum yang menanti para pelaku pembakar. Masyarakat diajak untuk ikut serta aktif. "Kalau lihat ada tanda-tanda kebakaran, segera laporkan," begitu kira-kira pesan yang disampaikan. Deteksi dini menjadi kunci.

Menurut Kapolres Emil, semua upaya ini akan sia-sia tanpa kesadaran dari masyarakat sendiri. Karena itu, pendekatan yang dipilih harus persuasif, humanis. Bukan sekadar menakut-nakuti.

"Pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri. Kunci utamanya ada pada sinergi antara aparat dan masyarakat. Lebih baik mencegah daripada menanggulangi," tegas Emil, Senin (20/4/2026).

Di sisi lain, bantuan sembako yang dibagikan bukan sekadar formalitas. Itu adalah bentuk kepedulian nyata, sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi antara polisi dan warga yang mereka lindungi. Harapannya, dengan hubungan yang baik, kerja sama pencegahan karhutla bisa lebih lancar.

Kabarnya, situasi di lapangan cukup menggembirakan. Hasil pemantauan di Kecamatan Rokan IV Koto menunjukkan tidak ada titik panas atau api. Kondisinya aman dan terkendali. Tapi, pihak kepolisian tak mau lengah. Mereka berkomitmen penuh untuk mempertahankan kondisi ini.

"Sinergitas antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas lingkungan serta mencegah terjadinya karhutla," ungkap Emil menambahkan.

Kegiatan hari itu berakhir dalam suasana kondusif. Ini baru satu langkah dari serangkaian upaya panjang. Tujuannya satu: membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya urusan polisi atau pemerintah desa.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar