Pemprov DKI Musnahkan 68.800 Ekor Ikan Sapu-Sapu Beracun dari Perairan Ibu Kota

- Sabtu, 18 April 2026 | 14:20 WIB
Pemprov DKI Musnahkan 68.800 Ekor Ikan Sapu-Sapu Beracun dari Perairan Ibu Kota

Upaya Pemprov DKI Jakarta mengendalikan populasi ikan sapu-sapu ternyata membuahkan hasil yang cukup fantastis. Baru-baru ini, petugas berhasil mengangkut puluhan ribu ekor ikan itu dari perairan ibukota. Jumlahnya? Sekitar 68.800 ekor dengan berat total mendekati 7 ton. Semuanya langsung dimusnahkan.

Kepala Dinas KPKP DKI, Hasudungan A Sidabalok, membenarkan data tersebut saat dikonfirmasi Jumat lalu.

"Berdasarkan data yang dihimpun, total ikan sapu-sapu yang ditangkap mencapai 68.880 ekor dengan berat sekitar 6,98 ton," jelasnya.

Operasi besar-besaran ini menyapu lima wilayah Jakarta. Jakarta Selatan jadi penyumbang terbanyak, jauh di atas wilayah lain. Dari Setu Babakan di Jagakarsa saja, petugas mengangkut 63.600 ekor atau setara dengan 5,3 ton ikan sapu-sapu. Angka yang benar-benar besar.

Di Jakarta Timur, hasil tangkapan mencapai 4.128 ekor dari sepuluh titik berbeda. Sementara Jakarta Pusat menyumbang 536 ekor. Kalau dilihat, beratnya justru signifikan, mencapai 565 kilogram.

Wilayah utara dan barat juga tak luput. Dari saluran di Kelapa Gading Barat, petugas mengumpulkan 545 ekor. Sedangkan di Jakarta Barat, tepatnya di Kali Anak TSI Cengkareng, jumlah yang berhasil diambil relatif sedikit, 71 ekor.

Ini semua bukan tanpa alasan. Ikan sapu-sapu dikenal sebagai perusak ekosistem lokal. Mereka sangat invasif dan mengganggu keseimbangan perairan. Makanya, operasi seperti ini akan terus dilakukan secara rutin ke depannya.

Gubernur DKI Pramono Anung sendiri angkat bicara. Menurutnya, populasi ikan ini di perairan Jakarta sudah sangat mencemaskan, menembus lebih dari 60 persen. Ia juga mengingatkan bahaya mengonsumsi ikan sapu-sapu.

"Rata-rata sudah di atas 0,3 kadar residunya. Itu berbahaya sekali kalau dikonsumsi," tegas Pramono saat meninjau langsung lokasi penangkapan di Kelapa Gading.

Jelas, ini jadi peringatan serius. Selain merusak lingkungan, ikan yang ditangkap massal itu juga menyimpan risiko kesehatan jika sampai masuk ke meja makan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar