Wakil Ketua MPR Soroti Peran Krusial Guru Perempuan Bentuk Karakter Generasi Muda

- Jumat, 17 April 2026 | 15:25 WIB
Wakil Ketua MPR Soroti Peran Krusial Guru Perempuan Bentuk Karakter Generasi Muda

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyuarakan hal yang ia anggap fundamental. Menurutnya, guru perempuan punya peran kunci untuk mengarahkan pembangunan bangsa. Ini terutama lewat pembentukan karakter generasi muda.

“Indonesia bisa menjadi bangsa yang kuat bukan semata dilihat dari pembangunan fisik, lebih dari itu harus mampu membangun manusianya,” tegas Rerie, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis Jumat (17/4/2026).

“Peran guru perempuan sangat penting dalam membentuk generasi penerus berdaya saing dan berkarakter kuat,” tambahnya.

Pernyataannya itu ia sampaikan sehari sebelumnya, Kamis (16/4), dalam Seminar Nasional Perempuan PGRI. Acara bertema 'Perempuan dalam Memajukan Pendidikan di Indonesia' itu digelar di Hotel Golden Boutique Kemayoran, Jakarta.

Rerie punya alasan tersendiri. Perempuan, katanya, secara alami punya sifat belas kasih atau compassion. Sifat inilah yang dinilai vital dalam proses membentuk karakter anak bangsa. Makanya, kehadiran aktif guru perempuan di sekolah dan ruang kelas amat dibutuhkan. Mereka bukan cuma mengajar, tapi juga membentuk pribadi peserta didik.

Namun begitu, tantangan yang dihadapi anak-anak Indonesia sekarang ini berat. Rerie menyoroti data Kementerian Kesehatan RI di awal 2026. Data itu menunjukkan sekitar 5% anak dan remaja mengalami gejala gangguan jiwa. Lebih mengkhawatirkan, lebih dari 300.000 pelajar terdeteksi mengalami depresi.

Kondisi ini, di tengah disrupsi di berbagai sektor dan pergeseran nilai-nilai, jelas butuh antisipasi serius. Penguatan mental dan karakter setiap anak menjadi keharusan. Dan di sinilah, peran guru perempuan disebut Rerie menjadi sangat krusial, bahkan sentral.

Ia menggambarkannya dengan metafora yang kuat: guru perempuan adalah urat nadi dan jantung dalam proses pembentukan karakter generasi penerus. Merekalah yang akan menentukan wajah Indonesia di masa depan.

“Peran para guru, terutama guru perempuan, saat ini sejatinya tidak sekadar mendidik, tetapi membentuk arah bangsa di masa depan,” pungkas Rerie.

Seminar itu sendiri dihadiri oleh jajaran Biro Pemberdayaan Perempuan PGRI. Tak ketinggalan, para pengurus Perempuan PGRI dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota se-Indonesia turut memadati acara.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar