Kapolda Riau Apresiasi Ibu-ibu Panipahan, Akui Ada Kekosongan Kehadiran Negara

- Kamis, 16 April 2026 | 17:20 WIB
Kapolda Riau Apresiasi Ibu-ibu Panipahan, Akui Ada Kekosongan Kehadiran Negara

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengucapkan terima kasih kepada sekelompok ibu-ibu di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir. Beberapa waktu lalu, mereka menyuarakan kegelisahan mendalam tentang maraknya peredaran narkoba di wilayah mereka. Menurut Herry, masalah narkoba ini adalah musuh bersama yang harus dilawan secara gotong royong.

"Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan terima kasih kepada ibu-ibu yang menyampaikan aspirasi di Panipahan Jumat lalu, saya jujur harus terima kasih kepada mereka dan setelah ini saya akan memberikan apresiasi atas apa yang sudah mereka lakukan,"

ujar Irjen Herry Heryawan di Mapolda Riau, Pekanbaru, Kamis (16/4/2026).

Bagi sang Kapolda, aksi para ibu itu bukan sekadar protes biasa. Itu adalah gambaran sosial yang selama ini luput dari perhatian. Suara hati dari keluarga-keluarga yang langsung merasakan dampak buruk narkoba. Kehadiran mereka di tengah konflik punya makna yang sangat kuat.

Herry mengakui, protes warga itu muncul karena ada yang kurang. Ada kekosongan kehadiran negara di Panipahan.

"Ternyata di sana kurang sentuhan dari polisi, kurang sentuhan dari--mohon maaf--pemerintah. Ini adalah evaluasi bagi kami,"

imbuhnya dengan nada serius.

Di sisi lain, Herry menyoroti sebuah fenomena unik di kalangan nelayan Panipahan. Ada mitos yang beredar, anggapan keliru bahwa narkoba bisa memberi tenaga ekstra untuk melaut. Sebuah miskonsepsi yang justru menghancurkan.

"Kalau nelayan Panipahan mendapatkan ikan setelah mancing berhari-hari, lalu uangnya dihabiskan buat beli narkoba dan masuk karaoke katanya biar kuat, itu tidak ada! Itu hanya ilusi yang menghancurkan ekonomi keluarga mereka,"

lanjutnya tegas.

Ia sekali lagi menyampaikan apresiasi. Komitmennya jelas: peristiwa ini harus jadi titik temu, sebuah melting pot, untuk menyatukan polisi, pemerintah, dan masyarakat dalam satu barisan.

"Sekali lagi, kejadian Panipahan adalah wake up call bagi kami semua. Ini adalah momentum bagi kita untuk bersatu, tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri. Kita jadikan titik ini sebagai awal pemberantasan narkoba yang lebih bermartabat dan menyentuh akar rumput,"

pungkas Herry Heryawan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar