Irigasi Wae Tiwu Sengit Diperbaiki, Petani Manggarai Timur Kembali Berharap

- Kamis, 16 April 2026 | 16:15 WIB
Irigasi Wae Tiwu Sengit Diperbaiki, Petani Manggarai Timur Kembali Berharap

Oleh: Thomy Mirulewan


Kupang – Akhirnya, ada secercah harapan untuk para petani di Desa Rana Tonjong, Manggarai Timur. Jaringan irigasi Wae Tiwu Sengit yang sempat rusak dan mengganggu aktivitas pertanian, kini sudah bisa difungsikan lagi. Rehabilitasi yang ditunggu-tunggu itu benar-benar membawa angin segar.

Proyek perbaikan ini digarap pemerintah pusat lewat program Inpres Irigasi. Pengerjaannya sendiri dimulai sejak akhir 2025 lalu. Menurut informasi, BBWS Nusa Tenggara II Kupang lah yang menangani, dan ini hanya satu dari lebih enam puluh titik irigasi di NTT yang mereka benahi tahun lalu dengan dana APBN.

Fokusnya jelas: membetulkan jaringan irigasi, bendung, dan sarana pendukung lain di daerah-daerah yang memang sulit dijangkau oleh pemda. Tujuannya satu, mengalirkan air kembali ke sawah-sawah.

Manager Proyek PT Adhi Karya, Hadi, bilang progresnya sudah nyaris tuntas. “Sekitar 90 persen lah,” katanya.

“Memang masih ada satu dua lokasi yang belum selesai 100 persen, tetapi sudah kami ajukan perpanjangan kontrak dan dalam waktu dekat ditargetkan seluruhnya rampung,” ujar Hadi, Kamis (16/4/2026).

Namun begitu, jalan menuju penyelesaian tak semulus yang dibayangkan. Hadi mengakui ada beberapa kendala yang harus dihadapi timnya di lapangan. Cuaca jadi salah satu tantangan terbesar.

“Pekerjaan dilakukan saat musim hujan, sementara petani juga mulai mengolah lahan, sehingga kami harus menyesuaikan waktu. Selain itu, lokasi yang cukup jauh membuat distribusi material membutuhkan waktu lebih lama,” jelasnya.

Medan yang terpencil dan akses yang tidak mudah jelas memperlambat kerja. Tapi, semua usaha itu kini mulai berbuah.

Dengan berfungsinya kembali saluran air Wae Tiwu Sengit, harapannya tentu besar. Pasokan air untuk lahan pertanian diharapkan bisa lebih terjamin. Dan pada akhirnya, semua ini bermuara pada satu hal: meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani setempat. Mereka yang selama ini bergantung pada tetesan air untuk menghidupi sawahnya.


Editor: Redaktur TVRINews

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar