Jakarta baru saja menjadi tuan rumah dua acara besar di dunia pemasaran. MMA Indonesia sukses menggelar MMA SMARTIES Unplugged 2026 dan The Creative Summit Indonesia 2026, yang mengusung tema 'Celebration of Marketing Excellence'. Acara ini ramai dihadiri para pemimpin pemasaran, tak hanya dari dalam negeri, tapi juga dari sejumlah negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Suasana di venue terasa begitu dinamis, penuh dengan obrolan serius dan gelak tawa, mencerminkan semangat kolaborasi yang digaungkan.
Di sela acara, MMA Indonesia meluncurkan sebuah booklet berisi kompilasi kampanye terbaik. Buku itu merangkum karya-karya pemenang SMARTIES Awards Indonesia 2025. Tujuannya jelas: menjadi referensi dan penanda standar keunggulan bagi siapa saja yang berkecimpung di industri pemasaran lokal.
Namun begitu, tantangan yang dihadapi industri ini tidak kecil. Shanti Tolani, Country Head and Board of Director MMA Indonesia, bicara blak-blakan soal hal itu. Di tengah kompetisi global yang makin sengit dan regulasi yang terus berubah, dia punya pendapat kuat.
“Kolaborasi itu kuncinya. Brand, agency, perusahaan teknologi, media, publisher kita semua harus kerja sama,” tegas Shanti.
“Saling bantu itu penting. Setiap elemen punya data, insight, dan tantangannya sendiri-sendiri. Mustahil kita hadapi semua itu sendirian.”
Potensi sektor kreatif Indonesia sendiri sungguh menjanjikan. Angkanya diperkirakan bakal menyentuh Rp1,7 triliun di akhir 2026. Wow, fantastis! Menyikapi hal ini, MMA Indonesia mendesak para pemasar untuk segera beranjak. Cukup dengan fase coba-coba, sekarang saatnya implementasi teknologi AI yang lebih matang dan tentu saja, aman.
Menurut Shanti, investasi di AI sekarang sudah jadi keharusan. Bukan sekadar pilihan lagi. Ini untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis, komunikasi, distribusi konten, hingga menyederhanakan proses internal perusahaan. Di sisi lain, peningkatan skill SDM di bidang AI jadi fokus yang nggak kalah krusial. Biar industri lokal kita nggak keteteran di kancah global.
Sebagai bentuk dukungan nyata, MMA juga punya terobosan baru: SMARTIES Coach GPT. Ini adalah alat bantu berbasis AI yang dirancang khusus untuk membantu para pelaku industri menyusun submisi kampanye mereka. Alat ini bisa mengidentifikasi kategori penghargaan yang paling pas, membantu merangkai narasi cerita yang kuat, bahkan memberi tahu elemen apa yang masih kurang dari sebuah studi kasus sebelum dilombakan.
Intinya, melalui serangkaian acara tadi, harapan MMA Indonesia sederhana tapi ambisius: agar industri pemasaran dan media di dalam negeri bisa tumbuh bersama. Bukan sendiri-sendiri. Dengan kolaborasi yang solid, capaian di panggung global bukan lagi sekadar impian.
Artikel Terkait
Evakuasi Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Dilanjutkan Pagi Ini
Harga Buyback Emas Antam di Pegadaian Turun Rp5.000 per Gram
Ketua Ombudsman RI Ditahan Terkait Dugaan Suap Tata Kelola Nikel Rp1,5 Miliar
JPPI Desak Pemberhentian dan Pencabutan Gelar Guru Besar Unpad Terduga Pelaku Pelecehan