Anggota DPR Desak Telkomsel Percepat Pembangunan BTS Usai Video Siswa Ujian di Bawah Tenda Viral

- Kamis, 16 April 2026 | 14:10 WIB
Anggota DPR Desak Telkomsel Percepat Pembangunan BTS Usai Video Siswa Ujian di Bawah Tenda Viral

Rabu lalu, Andre Rosiade dari Komisi VI DPR RI langsung bergerak. Ia menemui Dirut Telkomsel, Nugroho, untuk mendesak satu hal: percepatan pembangunan tower BTS di Nagari Galugua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Langkah ini tak datang tiba-tiba. Pemicunya adalah sebuah video yang beredar luas, memperlihatkan betapa sulitnya akses digital di daerah terpencil itu.

Video itu menyentuh banyak hati. Tampak sejumlah siswa SMP harus berjalan kaki hampir 6 kilometer. Tujuannya? Hanya untuk mencari sinyal internet agar bisa mengikuti ujian berbasis komputer. Ujian mereka pun tak dilaksanakan di ruang kelas yang nyaman, melainkan di bawah tenda darurat, diterpa terik matahari. Potret miris ini akhirnya menggugah perhatian publik dan mendorong politisi seperti Rosiade untuk turun tangan.

Menurut guru pendamping, Sauki Alfajri, kendala utamanya memang jaringan. Sangat sulit.

"Peserta dan pengawas harus menunggu berjam-jam hanya untuk bisa login ke sistem ujian online," ujarnya.

Namun begitu, semangat belajar mereka tak surut. Seluruh 14 peserta ujian akhirnya berhasil login, mengerjakan soal, dan mengunggah jawaban. Laptop yang dipakai pun hasil pinjaman dari berbagai pihak. Seorang siswa dengan polos mengakui, di sekolah mereka, mencari sinyal ibarat mencari jarum di jerami.

Situasi inilah yang mendesak Andre Rosiade untuk bertindak. Dalam pertemuannya dengan pimpinan Telkomsel, ia memastikan aspirasi warga Galugua segera ditindaklanjuti secara konkret. Rosiade mengaku prihatin.

"Bayangkan, anak-anak harus jalan jauh cuma untuk ujian. Ini tidak boleh terulang," katanya.

Ia pun meminta Telkomsel segera mengirim tim dan mempercepat pembangunan BTS sebagai solusi permanen. Upaya ini, tegasnya, adalah harapan besar agar ke depan tak ada lagi siswa di Kapur IX yang mengalami kesulitan serupa. Apalagi komitmen itu sudah disampaikan langsung oleh Dirut Telkomsel.

Di sisi lain, Wali Nagari Galugua, Wendriadi, mengungkapkan bahwa proposal pembangunan BTS sebenarnya sudah diajukan ke pemkab. Kehadiran tower tersebut sangat dinantikan agar proses belajar-mengajar bisa berlangsung layak, tanpa kendala sinyal yang selama ini menghambat.

Andre Rosiade juga menyinggung komitmen pemerintah pusat.

"Percepatan jaringan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, agar tidak ada lagi daerah yang tertinggal secara digital," jelas politisi yang juga Ketua Umum DPP IKM itu pada Kamis (16/4/2026).

Ia menambahkan, perjuangan berat para siswa itu kini mulai membuahkan harapan. Dengan target pembangunan BTS dalam tiga bulan, ada langkah nyata menuju keadilan akses digital. Pendidikan tak boleh lagi terkendala hal mendasar seperti sinyal.

Merespons hal ini, Direktur Utama Telkomsel Nugroho menyampaikan permohonan maaf.

"Kami minta maaf atas kesulitan yang dialami, khususnya oleh para siswa di wilayah blank spot tersebut," ucap Nugroho.

Ia menegaskan, perusahaan akan segera menindaklanjuti dengan mengirim tim ke lokasi. Targetnya, pembangunan BTS bisa direalisasikan paling lama dalam waktu tiga bulan ke depan. Sebuah janji yang kini ditunggu realisasinya oleh seluruh warga Galugua.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar