JAKARTA Upaya memperbaiki infrastruktur di jalur Trans Sulawesi kian gencar. Kali ini, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menggandeng pemerintah daerah dan balai jalan nasional untuk menangani satu persoalan krusial: drainase.
Kolaborasi ini difokuskan pada pembangunan saluran air beton di ruas jalan nasional yang melintasi kawasan industri. Menurut Tommy Adi Prayogo, Head of Department CSR IMIP, pihaknya memang berupaya memaksimalkan peran dalam penataan fasilitas di jalur vital tersebut.
"Kami ingin memastikan kelancaran saluran air agar area sekitar kawasan industri tetap aman dan nyaman bagi pengguna jalan,"
ujar Tommy.
Proyek ambisius ini ditargetkan tuntas akhir 2026. Rencananya, akan dipasang saluran samping dari beton pracetak jenis U-ditch sepanjang 8,2 kilometer. Rentangnya membentang dari Desa Labota hingga Desa Fatufia di Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah.
Hingga saat ini, progresnya sudah mulai terlihat. Di Desa Fatufia, misalnya, realisasi pembangunan drainase telah mencapai satu kilometer. Pekerjaan membentang dari perbatasan desa, melintasi Keurea, hingga depan kantor IMIP. Targetnya, pada akhir tahun ini bisa diselesaikan empat kilometer. Kalau dihitung-hitung, nanti totalnya memang mencapai 8,2 km di sekitar area industri.
Ini bukan kali pertama IMIP turun tangan. Sebelumnya, dari tahap pertama hingga ketiga di 2025, mereka sudah membangun U-ditch sepanjang 4,2 km di Desa Labota. Lokasinya dari flyover sampai ke kanal Labota.
Langkah aktif perusahaan ini bukan tanpa alasan. Selain sebagai bentuk dukungan pada pemerintah pusat dan daerah, ini adalah bagian dari komitmen mereka untuk meningkatkan infrastruktur publik. Aksesibilitas jalan nasional, khususnya di Bahodopi, jadi perhatian serius.
Di sisi lain, aksi ini juga merupakan respons cepat atas permintaan Pemkab Morowali di awal 2026. Waktu itu, pemerintah daerah meminta dukungan untuk perbaikan jalan dan drainase yang mendesak.
Memang, tujuannya jelas: mencegah genangan dan banjir. Kawasan industri yang berkembang pesat, ditambah kontur jalan yang lebih tinggi dari permukiman sekitarnya, kerap memicu masalah saat hujan turun. Pembangunan drainase diharapkan bisa menjadi solusi.
Sebelum proyek drainase ini, IMIP sudah lebih dulu melakukan perbaikan darurat. Pada Februari 2026 lalu, mereka menangani 10 titik jalan yang rusak parah dengan total panjang 1,29 km. Belum lagi penataan jalan nasional sepanjang 1,6 km di 18 titik yang sudah direalisasi setahun sebelumnya, yakni di 2025.
Dengan serangkaian kontribusi itu, IMIP berharap bisa terus mendongkrak kualitas infrastruktur daerah. Pada akhirnya, yang dituju adalah terciptanya lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat dan semua pengguna jalan.
Artikel Terkait
SNPMB Tetapkan Aturan Busana Formal dan Jadwal UTBK 2026
Dirjen Bea Cukai Blusukan ke Tiga Kantor, Tekankan Integritas dan Target Penerimaan 2026
Direktur PT Sinkos Laporkan Jubir KPK ke Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
BKI Perkuat Ekspansi Layanan dengan Buka Kantor di Tiongkok