Kasus ini berawal dari sebuah aduan warga di aplikasi JAKI. Laporannya sederhana: soal parkir liar di sebuah perumahan di Jakarta Timur. Tapi, yang terjadi belakangan justru jauh lebih rumit. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya mengambil tindakan tegas. Beberapa pejabat, termasuk seorang lurah di wilayah Kalisari, Jakarta Timur, dicopot dari jabatannya.
Semuanya berawal ketika aduan itu tiba-tiba viral di media sosial. Warga melaporkan mobil-mobil yang seenaknya parkir di tepi jalan. Dalam foto yang dilampirkan, terlihat seorang petugas berjas oranye berdiri di lokasi. Laporan itu pun masuk ke sistem.
Nah, di sinilah masalahnya muncul. Si pengadu kemudian membandingkan foto laporannya dengan foto tanggapan dari petugas. Hasilnya? Sungguh mengejutkan. Deretan mobil yang sebelumnya memenuhi jalan, tiba-tiba raib dalam foto balasan itu. Tapi, ada yang janggal. Sudut pengambilan gambarnya persis sama. Hanya saja, seragam petugas di foto itu terlihat sedikit berbeda. Warga pun curiga. Dugaan kuatnya, foto itu diedit dengan teknologi artificial intelligence (AI) untuk menciptakan ilusi bahwa masalah sudah ditangani.
Kecurigaan itu ternyata bukan isapan jempol belaka.
"Sejauh dicek demikian (benar pakai foto AI), sesuai yang ditemukan Diskominfotik dan Biro Pemerintahan,"
Demikian penjelasan Prastowo, yang dihubungi pada Minggu (5/4/2026). Konfirmasi ini sekaligus menjawab pertanyaan publik tentang kebenaran dugaan penggunaan foto editan AI untuk merespons keluhan warga.
Jadi, alih-alih menyelesaikan masalah parkir, yang terjadi malah manipulasi digital. Praktik seperti ini, tentu saja, memancing amarah banyak pihak. Tak heran jika kemudian Gubernur turun tangan dan memberikan sanksi. Kasus ini menjadi pengingat pahit: teknologi bisa menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi mempermudah, di sisi lain bisa dipakai untuk menutupi kelalaian.
Artikel Terkait
MK Tolak Gugatan Larangan Keluarga Pejabat Maju di Pilpres
Polisi Ungkap Video Tawuran Pelajar di Pandeglang Hanya untuk Konten Media Sosial
APBD Makassar Terserap 11,07%, Wali Kota Tekankan Kualitas Hasil Lebih Penting dari Kecepatan Anggaran
Polisi Ungkap Modus Hunting dan Pesta Narkoba Komplotan Begal Petugas Damkar di Gambir