Di Hotel Sultan, Jakarta, suasana hangat terasa dalam acara silaturahmi nasional ormas Islam yang digelar MUI, Rabu lalu. Momentum halalbihalal Idul Fitri 1447 Hijriah itu dimanfaatkan Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, untuk menyampaikan pesan penting. Intinya: ajakan untuk menjaga stabilitas nasional.
Menurut Anwar, semua organisasi kemasyarakatan Islam punya peran krusial. “Kewajiban kita sebagai tokoh umat Islam menyediakan situasi yang memungkinkan pemimpin negara ini membangun dengan tenang, membangun dengan baik, membangun dengan konstruktif. Itu yang dibutuhkan,” ujarnya tegas.
Pernyataannya itu merujuk pada upaya Presiden Prabowo Subianto dan kabinetnya yang sedang fokus membawa Indonesia menuju kemajuan. Di sisi lain, Anwar mengingatkan bahwa para pemimpin ormas punya pengaruh yang sangat besar di akar rumput. Karena itulah, kebijaksanaan mutlak diperlukan dalam menyikapi berbagai persoalan.
Dia lalu menyelipkan analogi yang cukup gamblang. “Kita harus hati-hati, ibarat sopir kita ini sopir bus, bukan sopir pembalap,” katanya.
“Kalau pembalap nyopir kendaraan kencang banget, nabrak, yang mati ya dia sendiri. Tapi kalau sopir bus, kalau ada kecelakaan, yang susah bukan hanya sopir, penumpangnya juga ikut susah.”
Poinnya jelas: setiap ucapan dan tindakan harus dipertimbangkan matang-matang. Bukan cuma soal diri sendiri, tapi dampaknya pada banyak orang. Anwar menekankan, kearifan adalah kunci.
Tanpa itu, kegaduhan di masyarakat bisa dengan mudah terpicu. “Karena itu dibutuhkan satu kearifan dan kebijakan kita semuanya,” imbuhnya, menutup pesannya. Intinya sederhana: jaga lisan, jaga perbuatan, untuk ciptakan ketenangan bersama.
Artikel Terkait
Jamie Murray, Mantan Nomor Satu Dunia Ganda Putra, Resmi Pensiun
Wamendagri Bima Arya Soroti Peran Krusial Ketua RT dalam Program Kampung Bahagia di Jambi
Gedung Putih Optimistis Pembicaraan Damai dengan Iran Berlanjut di Islamabad
Bareskrim dan FBI Bongkar Sindikat Penjual Alat Phishing, Raup Untung Rp 25 Miliar