Genangan air masih terlihat di beberapa titik Kota Solo. Menurut keterangan resmi dari pemerintah setempat, ada sembilan kelurahan yang dilanda banjir. Salah satu penyebab utamanya? Tidak adanya tanggul atau talud yang memadai di sepanjang aliran Sungai Jenes.
Sekda Solo, Budi Murtono, menjelaskan situasi ini saat meninjau lokasi. Rumah-rumah yang berbatasan langsung dengan sungai itu, katanya, paling rentan terdampak.
"Ya masih ada yang di aliran Sungai Jenes ini yang belum bertanggul, belum ada taludnya ini rata-rata semua terkena dampak banjir,"
Ucap Budi di kawasan Tipes, Serengan, Rabu lalu. Wilayah seperti RT 03 RW 15 di Tipes itu contohnya.
Data dari BPBD Kota Solo menyebutkan daftar kelurahan yang kebanjiran: Pajang, Kratonan, Joyosuran, Tipes, Bumi, Joyontakan, Panularan, Sondakan, dan Laweyan. Cakupannya cukup luas. Namun begitu, kondisi saat ini sudah mulai membaik. Air mulai surut.
"Ya lumayan tinggi ya, semalam ada yang selutut, ada yang sedada,"
tutur Budi menggambarkan parahnya banjir semalam.
"Sudah hampir rata-rata sudah surut. Ini tadinya kan karena intensitas air yang tadi malam yang tinggi saja. Ketika ini sudah mulai turun ya ini sudah surut, cuma kan kita antisipasi yang hari-hari berikutnya,"
lanjutnya. Kekhawatiran kini beralih ke antisipasi untuk hari-hari mendatang.
Untuk penanganan jangka panjang, Pemkot Solo berencana berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Tujuannya jelas: mencari solusi permanen untuk anak sungai Bengawan Solo yang kerap meluap ini. Kerja sama antar institusi diharapkan bisa mencegah terulangnya kejadian serupa.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Akhiri Puasa 38 Tahun, Kalahkan Oman 3-0 di GBK
Bank Terapung BRI Jadi Andalan Warga Kepulauan Seribu untuk Urus Keuangan Tanpa ke Jakarta
Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Cianjur, Terasa hingga Sukabumi
Bupati Jember Ancam Cabut Izin Kios Pupuk yang Merugikan Petani