Di Yogyakarta, kerja sama baru saja terjalin antara MPR RI dan Universitas Islam Indonesia. Kedua lembaga itu sepakat menandatangani nota kesepahaman, Selasa (14/4/2026) lalu. Acara yang digelar di Ruang Sidang Datar, Gedung Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII ini, juga dirangkai dengan sebuah diskusi bertema penyempurnaan konstitusi.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, melihat kolaborasi ini punya nilai strategis. Terutama untuk mendukung penguatan kajian konstitusi yang sedang digiatkan oleh MPR. Menurutnya, UII punya fakultas yang mumpuni dan pusat studi konstitusi yang relevan.
"Kolaborasi ini sangat penting untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas konstitusional kami," ujar Siti dalam keterangan tertulisnya.
Ia melanjutkan, ruang kerja samanya tak cuma soal kajian akademik belaka. Bidang kehumasan dan pengembangan fasilitas juga masuk dalam lingkup nota itu. Ambil contoh pengelolaan perpustakaan. Siti menilai perpustakaan UII bisa jadi rujukan bagi MPR untuk menciptakan ruang literasi yang lebih nyaman dan representatif buat masyarakat.
Di sisi lain, ada juga peluang konkret bagi mahasiswa. MPR membuka pintu lebar untuk program magang di lingkungan parlemen. Tak cuma dapat pengalaman kerja, mahasiswa UII juga akan mendapat pemahaman mendalam soal Empat Pilar MPR.
Nah, soal Empat Pilar inilah yang tampaknya jadi perhatian khusus Siti. Ia menekankan, penguatan pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika itu krusial, terutama di kalangan anak muda. Dunia maya yang riuh, menurutnya, justru memperlihatkan sebuah masalah.
Artikel Terkait
Pembicaraan Langsung Lebanon-Israel Dimulai di Washington di Tengah Serangan ke Hizbullah
Pemkab Tulungagung Gelar Konsolidasi Pasca OTT KPK, Kemendagri dan Jatim Beri Pendampingan
Jadwal Salat untuk DKI Jakarta, Rabu 15 April 2026
PSI Buka Pintu Lebar untuk Tokoh Nasional Perkuat Struktur Daerah