Pemerintah Lebanon sebenarnya sudah mulai menggerakkan rencana untuk melucuti kelompok bersenjata itu. Tapi Hizbullah bersikukuh. Mereka berargumen sebagai "gerakan perlawanan" dan tak berniat meletakkan senjata.
Pertemuan di Washington nanti akan dihadiri sederet nama penting. Dari Israel ada Duta Besar Yechiel Leiter, sementara Lebanon mengirim Nada Muaawad. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Duta Besar AS untuk Beirut, Michel Issa, juga akan hadir memfasilitasi.
Menurut harian Yedioth Ahronoth, ada harapan agar pertemuan ini bisa menghasilkan pernyataan bersama dari kedua duta besar. Tapi, tak ada pertemuan lanjutan yang dijadwalkan untuk minggu ini. Semua harapan seolah digantungkan pada satu malam itu.
Israel mengklaim telah bersedia mengurangi intensitas serangannya di Lebanon, menyesuaikan dengan hasil negosiasi. Namun begitu, pernyataan resmi dari pihak Israel terkait laporan-laporan ini masih belum keluar. Semuanya masih dalam bayang-bayang ketidakpastian.
Disusun berdasarkan laporan, 14 April 2026.
Artikel Terkait
Putin Undang Prabowo Hadir di Dua Forum Strategis Rusia Tahun Ini
Xi Jinping Sambut Lavrov di Beijing, Bahas Ukraina dan Timur Tengah
Delapan Unit Mikroskop Dicuri dari Laboratorium IPB University Dramaga
Sumenep Galakkan Promosi Kesehatan Hadapi Ribuan Kasus TBC