Wamendagri Soroti Pentingnya Sinkronisasi Pembangunan di Jawa Timur

- Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB
Wamendagri Soroti Pentingnya Sinkronisasi Pembangunan di Jawa Timur
Pembangunan Jatim Perlu Sinkronisasi

Di tengah ruang pertemuan hotel berbintang di Surabaya, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menyampaikan pesan penting. Ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk lebih memperkuat sinkronisasi perencanaan pembangunan. Bukan cuma antara provinsi dan pusat, tapi lebih khusus lagi, antara provinsi dengan kabupaten dan kota di dalamnya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di Jatim harus merata. Jangan sampai ada ketimpangan yang mencolok antara kemajuan di tingkat provinsi dengan daerah-daerah di bawahnya.

"Kalau di provinsi terjadi pertumbuhan dan kemudian juga kemajuan yang cukup pesat tetapi tidak diimbangi dengan kabupaten atau kota, ini juga sangat mengkhawatirkan,"

ujar Ribka dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Musrembang RKPD Provinsi Jatim 2027 yang digelar di Shangri-La Hotel, Surabaya.

Di sisi lain, Ribka menekankan peran strategis gubernur. Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, gubernur punya tugas besar. Ia harus memastikan roda perekonomian berjalan merata di seluruh penjuru Jawa Timur, sesuai amanat UU Nomor 23 Tahun 2014. Itu kunci utamanya.

Ia tak lupa memberikan apresiasi. Kekompakan jajaran pemda di Jatim patut diacungi jempol. Begitu pula dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus merangkak naik. Namun begitu, ada catatan. Peningkatan IPM itu harus bisa benar-benar dirasakan hingga level paling bawah, di kabupaten dan kota. Hal ini penting sebagai pondasi menuju Indonesia Emas 2045.

"Kalau kita bicara Indonesia Emas salah satu adalah bagaimana kita ingin ada bonus demografi. Saya pikir Jawa Timur sudah. Tinggal kita bonus demografi untuk provinsi-provinsi lainnya kita tunggu,"

imbuhnya lagi.

Sejalan dengan slogan 'Jatim Gerbang Baru Nusantara', harapannya besar. Jatim diharapkan bisa menjadi motor penggerak perekonomian baru, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur. Tentu, misi sebesar ini butuh perencanaan yang matang dan eksekusi yang solid.

Meski banyak pujian, Ribka menyoroti satu hal yang masih jadi pekerjaan rumah. Angka pengangguran.

"Untuk Jawa Timur perlu kita atensi hanya masalah angka pengangguran. Sedangkan pertumbuhan ekonomi, kemudian IPM dan lain-lain semua sudah sangat-sangat baik, bahkan program nasional pun sudah diikuti secara baik,"

tandasnya menutup pernyataan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar