"Kita juga kemarin sudah mengirimkan surat ke Garuda tentang peringatan tentang keterlambatan ini," ujarnya.
Ia mengakui, sanksi untuk keterlambatan ini pun sedang dipikirkan. "Seperti saran tadi, kita juga sudah mulai memikirkan punishment apa yang harus kita lakukan," sebut Irfan.
Selain urusan koper, perhatian juga dialihkan ke akomodasi jemaah. Kemenhaj mengaku telah berkoordinasi ketat dengan sejumlah hotel. Tim di lapangan ditugaskan memantau langsung perbaikan fasilitas, mulai dari karpet, gorden, hingga yang paling krusial: tempat wudhu dan sanitasi.
Tujuannya sederhana, agar jemaah merasa lebih aman dan nyaman selama menjalani ibadah.
Artikel Terkait
Anggota DPR Habib Aboe Bakar Alhabsyi Minta Maaf ke Ulama Madura Soal Pernyataan Narkoba
Trump Kritik Pedas PM Italia Meloni Soal Sikap Netral dalam Konflik Iran
Kelangkaan Gas Elpiji Melanda Pasuruan Diduga Imbas Konflik Timur Tengah
Baleg DPR Kaji Dampak Putusan MK Soal Wewenang Eksklusif BPK Hitung Kerugian Negara