Yang menarik, dari dua orang yang sudah ditangkap, salah satunya ternyata oknum polisi. Kombes Budi mengakui hal itu. Tapi soal sejauh apa keterlibatan si oknum, itu masih jadi bahan penyelidikan mendalam.
"Untuk oknum masih didalami keterlibatannya," jelasnya singkat.
Jalannya pengungkapan kasus ini sendiri berawal dari sebuah penangkapan di ibukota. Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Jumat (10/4), tim gabungan bergerak di Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka meringkus seorang pria berinisial P.
Barang buktinya tak main-main: 120 ribu butir pil Zenith diamankan dari tangannya.
Dari hasil pemeriksaan awal, P diduga hanya berperan sebagai kurir. Dalangnya, seorang tersangka berinisial D, disebut mengendalikan operasi dari luar kota dan menggerakkan pabrik itu dari kejauhan. Dari sanalah jejak mengarah ke Semarang, hingga akhirnya pabrik ilegal itu digrebek.
Artikel Terkait
Anggota DPR Habib Aboe Bakar Alhabsyi Minta Maaf ke Ulama Madura Soal Pernyataan Narkoba
Trump Kritik Pedas PM Italia Meloni Soal Sikap Netral dalam Konflik Iran
Kelangkaan Gas Elpiji Melanda Pasuruan Diduga Imbas Konflik Timur Tengah
Baleg DPR Kaji Dampak Putusan MK Soal Wewenang Eksklusif BPK Hitung Kerugian Negara