Harga Emas Melonjak, Masyarakat Beralih ke Perhiasan dan Emas Digital untuk Investasi

- Selasa, 14 April 2026 | 15:15 WIB
Harga Emas Melonjak, Masyarakat Beralih ke Perhiasan dan Emas Digital untuk Investasi

Perubahan selera ini tentu nggak lepas dari reli harga emas yang cukup konsisten dalam tiga tahun terakhir. Data dari Pegadaian menunjukkan, harga yang masih sekitar Rp1 juta per gram di tahun 2023, kini di awal 2026 sudah menembus Rp2,9 juta.

Di kancah global, trennya serupa. Harga emas dunia bahkan sempat cetak rekor di tahun 2025, dengan sentuhan level US$3.800 per ons. Itu artinya naik sekitar 45% dibanding tahun sebelumnya.

Sejak 2020 hingga September 2025, harga emas global sudah naik lebih dari dua kali lipat. Dari level US$1.773 per ons, melonjak jadi di atas US$3.000. Tren ini makin mengukuhkan citra emas sebagai aset safe haven di tengah gejolak ekonomi dan politik dunia.

Kondisi ini, mau tak mau, bikin emas makin terjangkau buat investor kecil. Sekarang, produk emas tersedia dalam beragam ukuran. Mulai dari 0,001 gram sampai 100 gram, termasuk dalam bentuk digital yang praktis.

Menurut perencana keuangan Ahmad Gozali, kembalinya emas sebagai pilihan utama masyarakat cukup masuk akal. "Saat kondisi global nggak stabil, emas cenderung dipilih karena risikonya relatif lebih rendah ketimbang instrumen agresif macam saham," ujarnya.

Tapi, dia juga ingatkan. Masyarakat perlu paham bedanya emas untuk investasi dan emas untuk konsumsi.

Gozali bilang, perhiasan emas pada dasarnya adalah aset konsumtif yang punya nilai simpan. Namun dari kacamata finansial, instrumen ini kurang efisien dibanding emas batangan. Penyebabnya, selisih harga beli dan jualnya lebih lebar akibat ada biaya pembuatan dan desain.

Artinya, potensi untung dari perhiasan baru akan terasa kalau disimpan untuk jangka panjang. Di sisi lain, Gozali menilai pilihan masyarakat terhadap emas fisik tetap masuk akal. Terutama bagi mereka yang merasa lebih aman memegang aset secara langsung.

Dalam situasi pasokan emas batangan terbatas atau akses ke emas digital belum merata, perhiasan emas berkadar tinggi bisa jadi alternatif yang paling realistis.

"Kalau memang ingin pegang fisik karena merasa lebih aman, ya bisa pilih emas perhiasan dengan kadar setinggi mungkin," tandasnya.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar