Semua ini diumumkan dalam Rapat Koordinasi Komite TIK Polri Tahun 2026. Untuk awalnya, layanan ini cuma tersedia di wilayah Polda Metro Jaya, Jawa Barat, dan Banten. Nantinya akan merata secara bertahap. Bagi yang penasaran, Super App Polri bisa diunduh di App Store atau Play Store.
Di sisi lain, Komjen Dedi juga menyoroti tiga hal yang jadi prioritas Polri ke depan. Pertama, ya digitalisasi layanan seperti ini. Lalu, ada optimalisasi penegakan hukum lewat pendekatan restorative justice. Terakhir, mereka ingin meningkatkan kualitas pelayanan publik yang bersih dan transparan, tentu saja bebas korupsi.
Dia menjelaskan, inovasi ini diharap bisa memangkas prosedur berbelit.
ujarnya.
Soal keamanan data dan akuntabilitas, sistemnya diklaim dirancang terbuka. Setiap tahapan laporan akan terekam digital. Ada fitur monitoring, histori percakapan, sampai evaluasi kinerja petugas. Jadi, prosesnya bisa dilacak dan lebih transparan.
Artikel Terkait
Polisi Buru Empat Pelaku Pembegalan Petugas Damkar di Gambir
MK Tegaskan BPK Satu-satunya Lembaga yang Berwenang Nyatakan Kerugian Negara
Survei Cyrus Network: Kepuasan Publik terhadap Kabinet Capai 70 Persen
Menteri Tito Perintahkan BNPP Percepat Program Renovasi 15.000 Rumah di Perbatasan