Jakarta, Selasa pagi (14/4/2026) – Rupiah kembali terperosok. Padahal, dolar Amerika Serikat sendiri lagi nggak dalam kondisi prima. Tapi anehnya, mata uang kita justru melemah di pembukaan perdagangan hari ini.
Data dari Bloomberg mencatat, rupiah dibuka di level Rp17.130 per dolar AS. Angka itu menunjukkan pelemahan tipis 25 poin, atau sekitar 0,15%, dari posisi penutupan kemarin di Rp17.105. Sementara itu, pantauan di Yahoo Finance sedikit berbeda, menunjukkan posisi rupiah di Rp17.117 per USD. Manapun datanya, trennya sama: rupiah hari ini lebih lemah dibanding pembukaan kemarin.
Fluktuatif, Tapi Akhirnya Melemah Juga
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah hari ini bakal fluktuatif. Tapi ujung-ujungnya, dia yakin mata uang kita akan ditutup melemah. Rentang pergerakannya diprediksi antara Rp17.100 sampai Rp17.150 per dolar.
Lalu, apa penyebabnya? Menurut Ibrahim, sentimen dari luar negeri punya andil besar. Terutama soal langkah Amerika Serikat yang memblokade Selat Hormuz. Aksi ini dilakukan setelah perundingan damai AS-Iran gagal total akhir pekan lalu.
Komando Pusat AS sudah menyatakan, blokade akan mulai berlaku Senin kemarin pukul 10 pagi waktu AS. Aturan ini berlaku untuk semua kapal dari negara mana pun yang mau masuk atau keluar pelabuhan Iran.
Artikel Terkait
Pemerintah Usul APBN Tanggung Kenaikan Biaya Haji 2026 Rp1,77 Triliun
Pemerintah Ajukan Tambahan Anggaran Rp 1,77 Triliun untuk Tanggung Kenaikan Biaya Haji 2026
Wakil Ketua Baleg Kritik Pemberitaan Tempo Soal Merger sebagai Kebebasan yang Kebablasan
Gaji Habis Sebelum Akhir Bulan? Ini Tips Kelola Keuangan untuk Warga Jakarta