“Isi somasinya kan poin-poin penting yang masih gelap. Kami kasih waktu 3x24 jam. Kalau diam saja, ya kami akan eskalasi,” tegas Mira.
Intinya, Nina mau transparansi total dari RSHS. Baginya, ini bukan cuma urusan dia doang, tapi juga soal mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. Dia nggak mau ada ibu-ibu lain yang ngerasain hal sama deg-degan dan ketakutan yang nggak perlu.
Di sisi lain, ada rencana lain yang juga sedang dipersiapkan: tes DNA. Pasca-kasus ini ramai, Nina kebanjiran pesan di media sosial. Banyak orang curhat, punya pengalaman mirip di rumah sakit yang sama. Hal itu yang bikin dia makin galau dan pengin pastikan satu hal: bahwa bayi yang sekarang ada di pangkuannya benar-benar anak kandungnya.
“Iya, rencananya mau ajukan tes DNA. Soalnya sejak kasus ini ramai, banyak banget DM dari orang-orang yang pernah melahirkan di RSHS. Mereka jadi bertanya-tanya, khawatir. Banyak kasus kayaknya yang belum keungkap. Kami juga mengajak korban lain untuk bersuara,” papar Mira.
Suasana di RSHS pasca-kejadian ini tentu saja makin tegang. Somasi itu kini seperti bom waktu. Tinggal menunggu respons dari pihak rumah sakit, apakah mereka akan berbenah atau justru bungkam.
Artikel Terkait
KPK Periksa 11 Pegawai PUPR Riau Terkait Kasus Dugaan Pemerasan Gubernur Wahid
Hakim Kabulkan Praperadilan Indra Iskandar, Status Tersangka KPK Dinyatakan Tidak Sah
Pertamina dan PLN Sepakati Tarif Listrik untuk Proyek Panas Bumi Lahendong 15 MW
Mobil Ditinggalkan di Hutan Rembang Diduga Terkait Pencurian Traktor