Pemimpin Hizbullah Tolak Pertemuan AS, Sebut Upaya Melucuti Senjata

- Selasa, 14 April 2026 | 08:20 WIB
Pemimpin Hizbullah Tolak Pertemuan AS, Sebut Upaya Melucuti Senjata

Dia lalu menambahkan, nada suaranya penuh keyakinan, “Kami tidak akan beristirahat, berhenti, atau menyerah. Sebaliknya, kami akan membiarkan medan perang berbicara sendiri.”

Memang, ketegangan di lapangan sudah memanas jauh sebelumnya. Israel menggencarkan serangan ke Lebanon awal Maret lalu, sebagai balasan atas rentetan roket yang diluncurkan Hizbullah. Padahal, gencatan senjata sebenarnya sudah berlaku sejak November 2024. Tapi faktanya, serangan mematikan Israel hampir terjadi tiap hari.

Di sisi lain, Hizbullah punya alasan sendiri. Mereka menyebut serangan tanggal 2 Maret itu adalah pembalasan. Dua hari sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dibunuh sebuah aksi yang mereka tuduh dilakukan AS dan Israel, di hari pertama perang AS-Israel di Iran.

Konsekuensinya sungguh berat. Pemboman dan invasi darat Israel di selatan Lebanon telah menewaskan sedikitnya 2.055 orang. Angka itu termasuk 165 anak-anak dan 87 petugas medis. Korban luka melonjak jadi lebih dari 6.500 orang. Sementara itu, sekitar 1,2 juta orang terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah mereka yang hancur.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar